Dufan, here we come!

Terkadang (atau seringkali?) cinta orangtua kita bisa lebih besar kepada cucu daripada ke kita sendiri.

Setelah si sulung, Safa bicara bahwa ia ingin ke Dufan pada hari ulang tahunnya, maka kami-pun akhirnya ke Jakarta. Dan, hup, bersama dengan eyang No dan eyang Ti-nya, ia bersama ibu, saya dan adiknya berangkat ke tanah cita-citanya tersebut. Dufan di Ancol, adalah tempat yang kami tuju.

Senang, gembira plus capek luar biasa. Juga bersyukur bahwa pada akhirnya seluruh keluarga dapat berdarmawisata bersama. Sayangnya, adik saya tersayang, Donni, tidak ikut.

Ada beberapa hal yang menurut saya menarik dicermati :

  • Pelayanan di Dufan sangat friendly. Para pegawai yang saya tanyakan mengenai arah, menjawab dengan penuh keramahan (prosentase yang nggak-nya sedikit).
  • Adanya access untuk para disabled person. Ini adalah sesuatu yang harus kita acungin jempol lo! Tidak banyak area publik yang punya awaraness dan menyediakan fasilitas khusus untuk kaum disabled. Ini seharusnya dicontoh oleh gedung dan site-site wisata lainnya.

Ok, sekian aja mungkin ulasannya. Wah, mestinya Dufan ngasih saya komisi karena promosi gratis nih…hehehe.

Mejeng di Dufan

5 Tanggapan to this post.

  1. Posted by iis on Mei 16, 2007 at 5:38 am

    mejeng di Dufan, mau dong!kapan ni mau kesana lagi, masih ada bangku kosong (ops bukan bangku kosongnya film horor, tapi bangku di mobil maksudnya. Tiket gratisnya juga boleh ! oh ya Kenapa arena permainan yang ada disana ga ikut disebut padahal seru loh kalau ikut diceritain, biar sipembaca tambah penasaran . Tiket gratisannya serius nih, empat tiket ya sekalian buat temen-temen !( just kidding )

    Balas

  2. For iis :

    halah, yang ini maunya gratisan doang…

    Tolong pembaca, adakah sponsor yang begitu baik hati bin bijak bestari untuk menolong hamba? Ditunggu secepatnya di STIESA.

    Arena permainannya nggak dibahas, soalnya saya bingung mo pilih yang mana. Sorry yah…..

    Balas

  3. duh, jadi kangen juga sama dufan setelah baca ini..

    jangan ada satu point yg juga menarik di dufan mas :
    di setiap wahana outdoor yang ada operatornya, pasti si operator selalu mengeluarkan pantun2 / kata2 “menantang” seperti : “ayo, angkat tangan rame2 kalau masih mau di puter” atau “neng yang baju ijo, masih mau di kocok-kocok?”, hahaha

    kalau lagi libur pergi ke dufan bener2 puas rasanya. btw kalo ada tiket gratis boleh juga di kasih infonya disini hehe

    Balas

  4. Tiket gratis…..well, ergh…..mmh…..ehm, ehm…..
    ……….yah…..

    (jangan dibahas lagi yah, ihik, soalnya….saya juga mau…HUA!).

    Balas

  5. Hehehe BTW: waktu ke Dugan naik apa saja Pak Bisma?
    yang jelas semua wahana yang berbau extreme dan adu nyali saya coba semuanya, halilintar, kora-kora, kicir-kicir dan nggak ketinggalan tornado….

    salam,

    Wasalam juga. Ke Dufan waktu itu sama keluarga (isteri dan anak2 plus ortu). Pokoknya komplit…hehe. Wah, hebat nyobain yang ekstrim…saya nggak berani ah, takut dimarahin….hehehe.

    Balas

Tanggapi posting ini