Engkau datang padaku di sela gerimis bulan Juni.
Diantara percikan air di dedaunan dan bau tanah yang meruap ke udara...
Antara lupa dan ingat, kau memandangku terbata.
Adakah sepenggal memori yang kita punya?
Senyummu tak lagi seperti dulu.
Sekarang ia hanya menyiratkan luka.
Pengisi setia lembar-lembar hari yang lara.
Tangan yang tak lagi bisa membawa kehangatan.
Airmata di wajah yang hanya terpantul di kejauhan.
Betapa banyak dan dalam rahasia hatimu.
Di dalam hatiku yang semakin sendu.
Semua berbisik dan memantul di lembah dan palung hati.
Merekah untuk sesaat dan kemudian mati.
Dan kini bayangmu makin kelam.
Dalam anganku yang semakin menyuram.
…
Dan akhirnya :
Sesuatu jatuh dan menjauh dari sisi.
Sesuatu berakhir dan menghilang dari hati.
Sesuatu retak dan tak berhenti terserak..