Sekilas Knowledge Management

2008 Februari 8
by bisma

Knowledge Management adalah sebuah buzz-word baru di dunia manajemen. Kedepan, kita akan melihat apakah istilah ini akan bertahan ataukah akan menjadi pudar sebagaimana juga istilah Six Sigma dll.

Istilah Knowledge Management (KM) mengindikasikan berbagai proses yang digunakan oleh organisasi untuk mengidentifikasi, mencipta, menyediakan dan mendistribusikan pengetahuan (situs Wikipedia). KM dalam sebuah organisasi terdapat dalam 2 bidang yang berbeda. Yang pertama dalam bidang tehnologi yang berusaha menciptakan Sistim Informasi Manajemen, AI, software, re-engineering, groupware, dan lainnya. Ranah ini berada di bidang komputer dan informasi. Di bidang ini, pengetahuan adalah obyek yang dapat diidentifikasi dan diproses dalam sistem informasi.

Di ranah kedua, ia terletak pada area Sumber Daya Manusia. KM dijalankan agar perusahaan menjadi sebuah learning organisation. Adanya KW mensyaratkan perubahan di perusahaan dalam proses pengidentifikasian, akumulasi dan aplikasi pengetahuan di dalam (internal) organisasi. Cara berkomunikasi dan aplikasi pengetahuan lebih bersifat demokratis dan terbuka.

Menurut Karl-Erik Sveiby (2001) dalam situsnya, istilah “Knowledge Management” muncul di Eropa sekitar tahun 1992-1994 dimulai dengan adanya penelitian di CIBIT, Belanda. Di Amerika, tulisan mengenai KM hadir di sekitar tahun 1994 dengan kemunculan internet sebagai sumber inspirasinya. Di Jepang, Ikujuro Nonaka telah mulai membahas mengenai KM sejak pertengahan 1980-an. Salah satu karyanya berjudul: The Knowledge-Creating Company (1995).

Di sisi yang lain, dalam situs Wikipedia, Argyris dan Schon telah mulai mengembangkan teori tentang Organizational Learning (OL) melalui bukunya Organizational Learning: A theory of action perspective di tahun 1978. Karya mereka menjadi awal dari berbagai penelitian di bidang Organizational Learning.

Langkah selanjutnya dari pengertian di atas itu adalah: untuk apa knowledge itu di-manage? Secara ringkas, jawabannya adalah untuk efektivitas dan efisiensi. Knowledge Management (KM) memungkinkan adanya pembagian pengetahuan (sharing knowledge) antar anggota sebuah organisasi/perusahaan. Pembagian pengetahuan ini dapat berupa ide, gagasan, tehnik, pengalaman antara 1 anggota dengan anggota lainnya mengenai sesuatu hal atau kondisi. Tanpa KM, setiap situasi hanya dihadapi dengan pemikiran, logika, tehnik, pemahaman yang terbatas dari 1 orang atau sekelompok tim pada saat permasalahan itu muncul. Tetapi dengan KM, solusi yang diambil berasal dari kumpulan ide, gagasan, tehnik, pengalaman dari seluruh anggota organisasi.

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS