Berlalunya waktu semakin mendekatkan kita kepada akhir.
Setiap hembusan nafas, semakin mendekatkan kita kepada akhir kehidupan. Setiap tahun, di sela-sela perayaan ulangtahun, saya selalu membisikkan pertanyaan dalam hati: berapa lama lagi waktu sisa saya untuk hidup ini? Pesimistis? Nggak juga sih. Lebih tepat sebuah kesadaran: bahwa hidup mempunyai awal dan akhir. Hidup selalu berubah dan ia tidak mengalami pengulangan yang sama. Karena itu (sebenarnya) yang penting adalah periode tengah saat kita mengisi hidup ini.
Pada saat saya kecil, saya terkagum-kagum dengan banyak orang : Thomas Alfa Edison atas kegigihannya, Henry Ford atas pikiran sistematisnya, Einsten atas kejeniusannya, Tintin atas semangat petualangannya, Tanguy dan Laverdure atas keberaniannya dan sebagainya. Tetapi semakin dewasa, saya melepaskan proses idolisasi itu. Kini, bagi saya, setiap orang adalah istimewa dan mempunyai legendanya masing-masing.
Anda bisa saja mempunyai target untuk hidup yang sukses. Ini adalah suatu kewajaran dan keharusan. Tetapi keberhasilan Anda tidak bisa diperbandingkan dengan orang lain. Komparasi mensyaratkan adanya kesamaan, tetapi setiap orang menghadapi lika-liku hidup yang berlainan. Anda berasal dari latar belakang yang khas, hidup di suatu lingkungan tertentu dan harus menghadapi tantangan-tantangan yang berlainan dengan orang di sekitar Anda. Tetapi tetap ada poin-poin penting yang bisa Anda perbandingkan, beberapa diantaranya adalah :
- Sejauhmana Anda mengenal diri Anda.
“Barangsiapa mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya” (hadits). Salah satu tujuan hidup yang terbesar adalah mengenal diri Anda dan interrelasi antara Anda dengan hidup, lingkungan dan Tuhan. Jika kita tidak menyadari kenyataan diri Anda pribadi, bagaimana mungkin kita mengetahui hal-hal lain di luar Anda yang lebih kompleks?
- Sejauhmana Anda mencintai sesuatu.
Ketika Anda mencintai sesuatu, maka energi, waktu dan perhatian kita akan tercurah kepada sesuatu atau seseorang di luar kita. Dengan mencintai tanaman, hewan piaraan, mobil, pekerjaan ataupun pasangan hidup, hidup menjadi lebih berwarna dan bertujuan. Seiring dengan waktu, maka hal-hal ini akan mendewasakan kita, memberi hal-hal yang semakin melengkapi perjalanan kehidupan kita.
- Sejauhmana Anda memberi kepada yang lain.
Pada akhirnya, orang akan diingat dari apa yang diberikannya dan bukan atas apa yang dimilikinya. Bill Gates akan saya ingat sebagai orang yang memberi akses kemudahan berkomputer melalui program Windows daripada seorang CEO Microsoft. Mandela adalah orang yang mengakhiri penindasan apartheid. Bejo, si penjual nasigoreng adalah orang yang mengakhiri rasa lapar saya dan tidak akan saya ingat sebagai seorang suami dari dua orang isteri.
Saya percaya bahwa Anda telah sukses di beberapa sisi-sisi kehidupan ini. Mengapa Anda sendiri tidak melihat hal yang sama di dalam diri Anda?
2 Komentar
“Sejauh mana anda memberi?”
sebuah pernyataan yang tiada akhir.
Terimakasih atas komentarnya.
Yah, karena kita adalah pendidik….pertanyaan ini yang saya kira paling relevan.