Beshara

2008 April 10
by bisma

ibu irma, inez, ibuku

Dahulu…

Perkenalan saya pertama kali dengan Beshara dimulai dari tahun 1999. Dimulai dari undangan untuk mengikuti sebuah pelatihan di rumah Pak Bas, Cinere. Saat itu saya tidak terlalu jelas dengan apa yang ingin dipelajari di sana. Saya cuma niat nganter dan menemani ibu saya. Ibu saya-lah yang berkawan dengan inisiator acara ini, Rayanti. Dan memang yang dateng, ya teman-teman ataupun anggota keluarga yang dikenal oleh mbak Ranti.

Bermula dari perjumpaan yang sifatnya iseng-iseng, akhirnya saya selalu berusaha menyempatkan diri untuk datang di acara-acara Beshara. Dan Beshara-pun mengadakan acara tiap tahun di Indonesia.

Sekarang…

Rumah itu masih terasa familiar dengan cat putihnya. Memasuki halaman yang juga merupakan garasi rumah, saya disapa oleh wajah-wajah “saudara-saudara” saya. Wajah-wajah dan pribadi-pribadi yang saya kenal bertahun-tahun. Yah, walaupun kita sekarang jarang berjumpa (karena sekarang rumah saya di luar Jakarta) tetapi hati kami rasanya tetap dekat. Dan salah satu yang mendekatkan kami adalah acara Beshara ini.

Untuk beberapa hari (biasanya 9 hari, walaupun ada juga yang datang weekend), rasanya saya bisa melupakan kehidupan Jakarta yang penuh keruwetan, hingar bingar dan selalu sibuk ini. Sejenak, hidup saya menjadi begitu simple dan mengkrucut ke sebuah tujuan: untuk menjaga sebuah kesadaran (stay in present) di mana pun, kapan pun dan saat saya melakukan apa pun.

Dan itulah yang saya rasakan berkali-kali dalam acara Beshara. Beshara membangunkan sebuah “mata” di dalam diri saya untuk melihat keseluruhan dalam persepektif Kebersatuan (Oneness). Yah, nggak heran sih. Karena sumber terbesar yang dipakai dalam acara ini berasal dari tulisan Hz. Muhyiddin Ibn ‘Arabi, seorang sufi dan wali yang terkenal dengan doktrin Wahdatul Wujud-nya (Unity of Being). Sosoknya mungkin tidak terlalu dikenal di Indonesia, terutama karena banyak kontroversi dan pendapat yang menentang ujaran-ujarannya.

Berkali-kali mengikuti acara ini, mengenalkan saya dengan Beshara itu sendiri. Sebagai sebuah organisasi, ia mempunyai center di Skotlandia, Inggris. Walaupun mendasarkan diri dengan tulisan Hz. Ibn ‘Arabi, Beshara menolak jika ia dikelompokkan ke dalam kelompok sufi. Dalam tulisan maupun pernyataan yang dikemukakan oleh 2 fasilitornya Hakim (Peter Young) maupun Wadud (Peter Yiangyou), mereka lebih tepat disebut kelompok eksotorik (esoteric group). Eksoteris, menempatkan diri pada inti dari agama-agama atau lebih di level spiritual dan bukan pada kulit yang membungkusnya (hukum, peribadatan maupun syariahnya). Karenanya, dalam bahan-bahan bacaannya, ia juga memperkenalkan peserta dengan Bhagawadgita, Tao Te Ching dan lainnya.

Masa depan…

Maka ijinkanlah aku berterimakasih kepada-Mu. Atas tiap detik waktu yang tersisa. Dan atas hidup yang sedemikian berwarna.

Aku berterimakasih kepada-Mu atas sinar matahari yang menghangatkan hatiku setiap pagi. Tiang-tiang cahaya yang menerobos jendelaku dari langit biru-Mu. Atas tiap partikel atom, zarah dan kuantum yang berpusar dari keseluruhan tubuhku. Atas mata yang masih bisa melihat keindahan-Mu dan hati yang bersyukur karenanya. Atas air mata yang masih bisa mengenang dan bibir yang dengan lirih menyebut nama-Mu. Selalu…

Telah Kau ciptakan aku dari lempung yang kelam. Dan hembusan nafas-Mu mengikatkan Cinta di dalam bilik rahasia hatiku. Dalam bilangan hari yang berulang, Kau sapa aku dalam beragam kesempatan. Bertukar tangkap dalam lepas. Mencoba untuk menyadarkan aku bahwa Kau akan selalu ada di sini. Memandangku dengan segenap Cinta yang tak akan dapat pernah mampu kudefinisikan. Yang selalu luput dari segenap pikiran dan khayalku. Yang begitu transenden: membuatku bergetar dalam ketertakjuban. Yang begitu imanen : mengalir dalam keseluruhan diri dan hidupku. Begitu dekat, sehingga tak terlihat. Begitu jauh bahkan do’a dan imajiku tak akan pernah dapat mencapai-Mu.

Maka tutuplah hariku dengan selimut ampunan-Mu. Biarlah aku menutup mataku dalam keyakinan bahwa Engkau beserta ke Maha Rahmatan-Mu-lah yang akan menjemputku di pemberhentian itu. Biarlah rahasia itu merengkuhku dalam keadaan syukur yang terdalam. Terimakasih atas mata hati yang bisa memandang-Mu dalam refleksi Cinta-Mu yang tak berawal dan berujung ini. Kau dan aku. aku dan Kau. Selalu dan selamanya berputar dalam semesta sempurna Keabadian…

4 Tanggapan leave one →
  1. 2009 September 10
    Nun Zairida permalink

    Bagus banget.. bisakah saya bergabung dengan komunitas ini

    Terimakasih

    • 2009 September 20

      tentu aja bisa….lihat jawaban saya di atas yah….makasih dan semoga bisa cepat bertemu…

  2. 2009 September 10
    Yuli permalink

    Saya tertarik dengan ulasan ini. Bisakah saya mendapatkan informasi lebih lanjut tentang beshara di Indonesia (Jakarta khususnya) dan bagaimanakah cara untuk dapat bergabung?
    Makasih atas bantuannya.

    • 2009 September 20

      silahkan ke website beshara di http://www.beshara.org, terus lihat di bagian worldwide, trus klik di south east asia….ada contact personnya di situ….moga2 bisa gabung di event berikutnya yah…

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS