Kadang-kadang (atau seringkali) kita menemukan kejenuhan di mata-mata anak didik kita. Capek, males, BT or not in the mood, adalah hal yang paling mungkin jadi penyebabnya. Nah, karena itu sekali-kali saya muter film di kelas. Karena pelajarannya bahasa Inggris, jadi terkadang saya mengajak mereka menonton tanpa teks subtitle, menceritakan kembali dengan bahasa Inggris (lisan) maupun tulisan.
Nah, kalau tertarik untuk mengajar dengan film, ada beberapa point yang harus diperhatikan :
- Pilih film yang sesuai dengan umur mereka. Murid-murid Anda sangat kritis, jangan sampai mereka bosen dengan film yang Anda putar.
- Pilih film yang lagi nge-trend. Kadang kita harus ngalah dengan murid karena beda selera.
- Pilih film dengan fokus yang jelas. Karena itu untuk pendidikan, hindarkan film-film eksperimental. Kecuali Anda mau mengenalkan ekspresi eksperimentasi dalam sebuah film.
- Tonton film itu terlebih dahulu dari awal hingga habis. Jangan sampai ada adegan yang terlalu gimana…..lolos dari pantauan Anda. Efeknya bisa bikin siswa histeris lo….hehehe.
- Setelah film selesai, sediakan waktu sejenak untuk diskusi tentang film tersebut sebelum bubar.
Ini tips singkat-nya. Mungkin nanti saya mau bikin tulisan tentang film untuk tema-tema tertentu. Mungkin mau sumbang saran?
5 Komentar
Mas Bisma, saya setuju yang harus dilakukan sebelum melakukan metode jenis ini adalah menonton dahulu sambil mengira apakah film yang kita pilih sudah sesuai dengan umur mereka.
Tips yang menarik dan mantap, mungkin nanti akan saya coba, terlebih mata pelajaran saya komputer, jadi ada banyak film dan demo yang bisa di presentasikan.
Salam Hangat,
Cobain deh, Ki. Anak-anak jaman sekarang lebih orientasi visual loh.. Semoga anak-anak didikmu lebih enjoy ya belajarnya. Amien.
Memang benar Mas Bisma. Anak lebih mudah mencerna pelajaran dengan Audio Visual apalagi langsung praktek. sehingga gaya belajar mereka terwakili semua, entah itu visual auditorial ataupun kinestetik.
Yup, thanks mas atas comment-nya. Memang, apalagi anak jaman sekarang cukup susah untuk mengimajinasikan sesuatu yang abstrak….
ya saya pernah melakukan metode ini.pengajaran ‘conditional sentences’ dengan film.anak-anak sangat appreciate dengan metode pembelajaran tersebut.Apalagi filmnya anime jepang.
haik…eh, setuju. point terpentingnya adalah have fun while you’re learning something….hehehe.