Demam blog melanda siapa saja. Tidak terkecuali para artis. Perkembangan jumlah blog mereka meningkat pesat. Tercatat nama-nama seperti Nadia Vega, Mulan Jameela, grup penyanyi Dewi Dewi, Afgan, Christian Sugiono bakal meramaikan jagad blog di tanah air.
Dengan blog, ongkos promosi, pengumuman kepada fans dan tentu saja proses interaksi dengan fans, dapat lebih efisien, efektif dan intens. Tentu hal yang sama dirasakan oleh para fans. Para idola, menjadi sesuatu yang lebih dapat “tersentuh”, dekat dan makin akrab dengan para fans.
Dengan blog, potensi penambahan jumlah fans dapat melejit. Lihat saja jumlah comment yang ada di tiap posting mereka. Wuih, ada yang sampai 1021 comment!!! (jumlah comment ini diambil dari blog Maia Estianty). Ini jelas menguntungkan karena menunjukkan kepedulian dari para fans-nya. Dan apalah seorang idola tanpa fans mereka.
Ngomong-ngomong tentang blog artis, saya jadi ingin mengkomentari salah satu blog artis yang aduhai cantiknya, Sandra Dewi. Dalam blog-nya, Sandra memanggil para fans-nya dengan sebuta Sanders. Dengan setting tone warna yang nge-pink, Sandra menginformasikan pikiran, kejadian dan jadwal acaranya. Singkatnya, menarik. Tapi….yang mau akses harus ngedaftar dulu. Kecuali (seperti saya) yang cuma mau blogwalking.
Jadi berangan-angan, apakah nanti artis-artis lokal Subang juga kepingin buat blog juga ya?…
Posted by novi on Agustus 27, 2008 at 9:04 am
blog nya seleb yang saya suka sih blog nya Dewi Lestari……
makasih atas info-nya.
(hmm…nantikan review-nya yah…:-)).
Posted by agusnews on Agustus 28, 2008 at 7:11 pm
salam
tks komentarnya pada tulisanku…hiihiih. Tapi kondisinya sekarang siapapun bisa mengatakan bahwa media adalah kekuasaan. Itulah makanya di undang-undang terbaru tentang internet dan transfer elektronika, ada aturan bloger pun bisa ditangkap.
Terimakasih juga atas komentarnya, kang….jadi inget komentar Evert Vedung (1982) : “Manipulation of language (dalam hal ini, termasuk juga media) cccurs in political contexts in all countries, but the dictatorships tends to be particularly systematic in these machinations.” salam.