Lingkaran Sahabat

Believe it or not, we’re not machines. Yup, we do need some time off from our daily routines.

Semua orang pernah merasakan letih-nya menjalani hidup. Di saat-saat itulah, kita memerlukan sebuah tempat untuk berlabuh : seorang teman, kekasih, isteri, anak-anak, orangtua dan lainnya.

Kelelahan dapat datang perlahan, mendekat lalu menelusup ke dalam hati kita. Bagai rayap, ia memakan kegembiraan sekaligus menyadarkan diri tentang betapa rapuhnya kita.

Beruntung, saya mempunyai lingkaran sahabat yang bersedia dan menyediakan diri untuk men-charge saya yang sudah low batt. Dan lingkaran ini bertambah dengan kedatangan seseorang dari negeri Obama: Mahmoud Mustafa. Mahmoud adalah seorang businessman yang sedang mengerjakan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan Indonesia. Tetapi ia juga seorang muslim yang mempunyai kecenderungan sufistik yang dalam.

Persentuhan Mahmoud dengan sufi bermula dengan buku-buku yang dibacanya ketika ia masih menjadi pegawai di salah satu perusahaan besar di bidang komputer. Minat itu bertambah dengan pertemuannya dengan Shaikh Kabir Helminski, seorang shaikh dari tarekat Malawiyah asal AS.

Lingkaran sahabat saya juga berawal dari kedatangan Shaikh Kabir ke Indonesia, beberapa tahun yang lalu. Ia beserta isterinya, Camille, datang dan memfasilitasi sebuah program retreat di kawasan Puncak, Jawa Barat. Disana kami diberi pemandangan tentang Islam yang indah, lembut, kreatif dan mencerahkan dibawah bimbingan ajaran Hz. Maulana Jalaluddin Rumi, seorang mistikus besar Islam. Lingkaran sahabat ini kami namakan Pusaka Hati.

Kedatangan Mahmoud tentu membawa kegembiraan tersendiri bagi lingkaran kami. Dan kami – dengan penuh kerendahatian – berbisik: “Alhamdulillah” atas kedatangannya.

JENDELA DIANTARA HATI

Pasti, ada jendela diantara hati

keduanya tak berpisahan ataupun jauh.

Walau dua lampu tak disatukan,

cahaya mereka berkelindan.

Tak ada pencinta yang mencari tanpa dicari jua oleh Sang Terkasih;

tapi cinta sang pencinta membuat tubuhnya menipis bagai tali busur,

sementara cinta Sang Terkasih menisbatkan bentuk dan keindahan.

(Terjemahan bebas dari The WIndows Between Hearts, terjemahan Kabir dan Camille Helminski,

Mathnawi III).

Mahmoud di kantor Pusaka Hati, Jakarta

Mahmoud di kantor Pusaka Hati, Jakarta

Circle of Friends

Circle of Friends

3 Tanggapan to this post.

  1. betul kang. manusia memang nggak bisa hidup sendirian. beruntunglah kita yang dikelilingi oleh orang2 yang meiliki kedekatan

    betul banget. Teman-teman kan banyak. Termasuk yang virtual juga lo…(nanti saya berkunjung lagi ya dee…). Makasih atas comment-nya.

    Balas

  2. suatu kebahagiaan yang lua biasa tentunya bertemu dengan sahabat…..

    Betul banget….

    Balas

  3. Ya, saya bersyukur, ketika mengalami hari seburuk apapun di kantor, pada akhirnya saya masih mempunyai tempat untuk pulang, Keluarga.

    aaah…senangnya…..(sama dong kita)…hehehe…

    Balas

Tanggapi posting ini