“Subang kini punya tempat hangout baru: KFC. “
“Duuh….KFC, baru KFC aja dah heboh. Norak loe…”
“Emang sih, di daerah lain, KFC mah dah biasa. Tapi ada signifikansi yang harus dilihat dari sini, bo.”
“Signikansi teh naon?…Jangan pake kalimat-kalimat susah ah. Mentang-mentang kamu tuh kuliah yey…”
“Signifikansi teh arti penting, bro. Jadi ada arti penting dari KFC itu bagi masyarakat Subang. Sebagai pengamat ekonomi dan sosial amatir, kita perlu melihat fenomena ini dengan lebih teliti, bos”
“Berdirinya KFC mengindikasikan masuknya Subang dalam tatanan kapitalisme global. Berarti Subang sekarang sudah masuk ke dalam pola jaringan sistem kapitalis yang luas dan menggurita kemana-mana itu.”
“Ah, loe. Gitu aja kok bingung. Emang udah gitu kan dari dulu. Indonesia aja udah masuk ke situ…”
“Iya sih. Tapi jadi inget pendapat pak Arief Budiman bahwa negara-negara pra-kapitalis adalah seperti seorang puteri cantik yang masih tidur dan sedang menunggu ciuman sang pangeran tampan untuk membangunkannya. Sistem Kapitalisme, modernisasi dalam arti tertentu bertujuan untuk “membangunkan” sang puteri agar ia dapat turut membangun dirinya sendiri. Tapi sialnya, ciuman ini ciuman beracun, sehingga sang puteri bukannya sehat tapi malah sekarat. Jadi senyum si kolonel (Colonel Sanders) ini ada 2 makna: senyum keramahan dan senyum bujukan penuh kepalsuan”
“Maksud loe?”
“Ibarat komputer, Subang sekarang dah diinstal oleh program hebat sekelas Vista tapi processor-nya masih Pentium II. Jadi operasionalisasinya beurattt….buanget. Secara kemasan, ia bagus, tapi substansinya malah nyusahin. Sama dengan KFC juga. Ini disebabkan KFC bukanlah produk lokal sehingga keuntungan darinya bukan dirasakan oleh masyarakat Subang sendiri. Tapi malah dinikmati oleh segelintir orang di negara paman Sam sono. Terjadi capital flight dari Subang ke AS yang mempertegas kuatnya sisi ketergantungan kita kepada pihak luar. Kemandirian menjadi hilang disini. Walaupun begitu, kehadiran KFC bukannya tidak punya dampak positif sama sekali. Tenaga kerja yang diserap olehnya, adanya tempat orang-orang menikmati makanan yang ada tempat anak-anak bermain juga penting kan. Lagi pula ini juga masalah image. Subang bisa dikatakan modern karena kita punya KFC.”
“Aaahh..susah-susah loe. Heh, sekarang udah waktunya buka. Buka yuk, aku traktir deh..”
“Boleh, mo makan dimana nih?”
“Di KFC lah… Orang dari tadi ngomongin, gw jadi kepikiran euy. Hayu ah!”
….GUBRAK!!!…..

Posted by annas on September 22, 2008 at 2:35 pm
bukan utk komen KFC, cuma mau sekedar nanya, klao untuk bikin next ato apalh namanya “Lanjutkan membaca…” gimana caranya pak….
punya saya kan di blogspirit.com…
aduh mas anas, saya juga belum ngerti kalau pake blogspirit. Coba deh di-google search untuk mendapatkan paduan tak resmi dari situs yang bersangkutan. Kalau sudah dapat, trus dicoba-coba…Sorry yah nggak bisa terlalu membantu….
Posted by gugyh on September 25, 2008 at 3:58 am
ada joke pa
bahasa inggris nya kakek-kakek berkacamata tebal berambut putih memakai dasi kupu-kupu apa?
pusingnya minta ampun .. padahal jawabnya KFC (Kentucky Fried Chicken) he he senyum kolonel itu loh
wassalam
gugyh
hahahaha….bisa juga nih…..Makasih udah mau mampir…
Posted by sapuan on Oktober 9, 2008 at 3:51 am
saya pikir kolonel siap yang mau perang..he..goood..kang.
terimakasih atas comment dan kunjungannya, mas.