SLASH CAREER

Ekonomi dan karir di tahun 2009. Sebuah kurun waktu dan ruang yang meresahkan hati. Badai krisis financial belum terlihat ujungnya Hal ini ditambah bayangan angka PHK dan pengangguran yang bertambah melebihi angka…… Kesemuanya ini menimbulkan kekhawatiran banyak karyawan (terutama yang bekerja di sector swasta) akan adanya tindakan perampingan (baca PHK).
Ditengah dera yang ada, tak terasa kita melihat sosok-sosok yang tegar menghadapi hal itu. Salah satunya adalah mereka yang mempunyai karier ganda. Dalam bukunya yang berjudul “One Person Multiple Careers”, (terjemahan penerbit Hikmah, anggota dari Mizan, 2007), Marci Albohrer menyebut mereka sebagai orang-orang yang memiliki slash career (/). Layaknya manusia yang mempunyai begitu banyak sisi, dalam buku ini, Marci memperlihatkan orang-orang yang mempunyai karir ganda karena cakupan ide dan minat yang luas dari seseorang.
Saya kira, kita semua pernah berjumpa dengan orang-orang seperti mereka dalam hidup kita. Dari pengalaman pribadi, saya menjumpai seorang dosen yang juga konsultan perancang apartemen, pegawai swasta/health specialist, pemilik toko buku/peneliti/kolumnis,penyiar radio/pembicara/blogger handal, dan sebagainya.
Menurut Marci, ada beberapa motivasi yang mendasari orang untuk mempunyai slash career :
1. Mereka merasakan adanya panggilan (calling) yang lebih besar dalam hidup mereka. (“Saya bermimpi meninggalkan pekerjaan rutin saya – atau paling tidak menjauhkan diri darinya – supaya bisa mengejar hasrat saya yang lain”).
2. Bakat dan kemampuan multi-tasking yang besar. (“Saya paling senang saat harus mengurusi berbagai macam tugas. Terkadang saya mampu memikirkan hal-hal terbaik ketika mengesampikan sebuah proyek dan mengerjakan hal lain untuk sejenak”).
3. Kesadaran akan adanya dimensi yang lebih luas dari hidup selain bekerja. (“Saya ingin karier yang menantang-tetapi tetap fleksibel supaya saya bisa menghabiskan waktu bersama keluarga atau melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi saya”).
4. Berkelimpahan minat dan ide. (“Saya sering merasa ditarik ke segala penjuru – bukan karena saya tida focus, melainkan karena saya punya begitu banyak minat dan ide”).
5. Memiliki jiwa adventure dan entrepreneur. (“Saya tidak khawatir dengan awal baru. Bahkan melakukan hal yang sama dalam jangka waktu yang panjang membuat saya bosan karena kurangnya tantangan”).
Saat ini, tehnologi sangat menolong bagi Anda yang mengingkan slash career. Adanya blog, jaringan social semacam Facebook dan Friendster, Skype, VOIP, Teleconfrence memudahkan Anda untuk menjalankan sebuah usaha tanpa meninggalkan pekerjaan utama Anda. Ditambah lagi dengan langkah yang strategis dan di-manage dengan baik, Anda bisa mempunyai sebuah slash career yang men-support karir yang lainnya. Contohnya: penulis buku/kolumnis/blogger. Inilah yang dinamakan career ecosystem. Tertarik?

Tanggapi posting ini