THE SINGAPORE TRIP

2009 Mei 23

“Small is beautiful” – E.F. Schumpeter

Resize 1

Prinsip seperti itulah yang diamini oleh para petinggi dan pembuat kebijakan di negeri Singapura. Bermula dari kedatangan untuk beranjangsana atas undangan saudara, saya plus anak dan Eyang Ti pun menginjakkan kaki lagi di Changi Airport. Meski dekat secara geografis, pengalaman untuk menjelajah Singapura sangatlah menarik.


Kami tiba di Singapura dan langsung disambut dengan sinar matahari yang hangat. Hal ini pertanda yang baik, mengingat Singapur sedang dirundung hujan sejak beberapa hari. Tiba di Airport-nya yang terkenal, kami langsung naik taksi ke apartemen saudara yang hidup di negeri singa ini. Yang menarik adalah sang supir taksi (dan juga beberapa pelayan di restoran-restoran yang kami kunjungi) adalah seorang senior citizen. Setelah ngobrol2 dengan saudara, saya baru tahu bahwa masyarakat Singapura mempekerjakan mereka karena penghargaan kepada para orangtua tadi. Seperti di Indonesia, ada beberapa senior citizen yang memang nggak bisa menyesuaikan diri dengan status ‘pensiun’ yang cenderung tak bekerja. Disektor-sektor inilah mereka akhirnya bisa bekerja.
Kami akhirnya sampai di apartemen saudara yang kalau di Indonesia yang cukup sederhana. Kesenangan perjumpaan juga bertambah saat kami membawakan beberapa oleh-oleh unik asal Indonesia (ini penting untuk mengobati kerinduan orang Indonesia yang tinggal di abroad…hehehe).
Ayo….let’s go round and round in Singapore!….
SENTOSA ISLAND
Sentosa Island adalah sebuah pulau yang ‘disulap’ oleh pemerintah menjadi sebuah wahana hiburan besar. Disini, kami bermain di pinggir laut. Berbeda dengan Bali yang pemandangan lepas pantainya sangat oke banget, di Sentosa, pemandangan ke arah lautnya diisi dengan kapal-kapal (maklum Singapura adalah harbor city juga).

Resize 2
Yang paling menarik adalah wahana yang namanya “Song of the Sea”. Di wahana ini, para pengunjung akan dibuat terpukau dengan pertunjukan yang mengkombinasikan cahaya laser, kembang api dan air laut. Pokoke, keren abis!!!…

Resize 4
Pengalaman di tempat melihat binatang air di Singapura juga menarik. Dengan cerdik, para pengelola bonbin dapat menyiasati keterbatasan lahan dengan memanfaatka ruang yang tersedia secara efisien. Ruang dimana kita melihat binatang-binatang air, misalkan. Dengan disain yang baik, ruang itu tidak didesain meluas malah dibuat bertingkat ke bawah. Ini menarik dan smart, menurut saya.
Terakhir, kami akhirnya melihat pertunjukan dolphin. Seru, dan berbeda dengan yang saya liat di Ancol (waktu masih kecil…hehehe). Lucunya, ketika petugas di area dolphin ingin mengikutsertakan penonton di dalam pertunjukkannya, kedua anak tersebut ternyata berkewarganegaraan Indonesia. Wah, memang banyak juga ya wisatawan Indonesia di Singapore.

SINGAPORE ZOO
Di Singapore Zoo, lain lagi ceritanya. Disini, Safa (anak perempuanku) menikmati permainan ‘basah-basahan’ ala waterboom kecil. Biar badannya kecil, ternyata ia paling doyan ‘diguyur’ sama tong air yang cukup besar. Wah, berani juga kamu, nak.

Resize 5
Yang paling berkesan bagi saya adalah perjalanan memakai kapal (boat) di danau yanga ada disana. Dengan ringkas, sang guide bercerita tentang kecintaan warga Singapore dengan orangutan yang bernama si Amang. Wah, dari paparannya, saya bisa melihat betapa mereka sangat mencintai mascot bonbin ini, meskipun ia telah passed away.
ESPLENADE
Last but not least, emang harus ke Esplenade. Gedung ini telah menjadi landmark baru buat Singapur deh. Dengan design yang sering kita sebut kulit durian…hehehe…gedung yang berfungsi sebagai wadah bagi pertunjukan seni (pameran, music, dan lainnya) ini memang terasa ‘unik dan berbeda.

Resize of DSC_6160
TIPS KALO MO JALAN-JALAN KE SINGAPORE
1. Harus punya kartu MRT (Mass Rapid Transport) yang bisa ngebawa kamu kemana-mana. Jangan pakai taksi, kecuali kalo terpaksa (bawa-bawa barang banyak, misalnya). Ini adalah mode transortasi favorit kami sewaktu menjelajah.
2. Don’t use proper English. Buat yang biasa berkata-kata ‘sopan’ dengan foreigner, silahkan kecele kalo mo ngegunain proper English di Singapore. Ribet! Mendingan pake aja bahasa yang disingkat-singkat. Saya aja bingung pas ditawarin sesuatu sama orang, dia cumin bilang: “You want? You want?” bukannya “Do you want to buy this?”.
3. Siapkan kaki karena Anda akan ‘dipaksa’ berjalan kesana kemari. Peraturan dan keteraturan, memang jadi nomor satu di Singapur. Mereka sangat menghargai pejalan kaki. Jadi memang enak berjalan-jalan dengan kaki di sana. Stay healthy ,dong!

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS