WBD GOES TO STIESA, SUBANG

Pagi itu, tidak seperti biasanya, perpustakaan di kampus STIE Sutaatmadja, Subang (Jawa Barat) dipenuhi dengan kesibukan dan suara gaduh. Ternyata pada hari itu (Rabu, 13 Mei 2009) diadakan sebuah workshop jurnalisme yang diadakan oleh STIESA, Yayasan Indonesia Membaca (YIB) dan Tempo Institute dalam rangka memperingati “Hari Buku Sedunia” (World Book Day/WBD) dengan nara sumber Bpk Yosep Suprayogi (wartawan Tempo).
Workshop dengan judul “Menjadi Kaki Tangan Publik” ini diikuti dengan antusias oleh para peserta. Dengan penuh semangat, Bpk. Yosep menjelaskan pengertian dan implikasi kemajuan tehnologi yang menyebabkan tumbuh kembangnya jurnalisme kewarganegaraan (citizen journalism).
Citizen Journalism adalah jurnalisme yang ditopang oleh keterlibatan public dalam pencarian berita maupun pemberitaannya. Jika sebelumnya, hanya wartawan yang (diangaap) berhak menulis dan memberitakan sesuatu melalui media massa, maka dengan adanya internet hal-hal itu menjadi berubah. Penggunaan blog, jaringan sosial seperti facebbok, friendster dan lainnya telah semakin memudahkan orang untuk mewartakan suatu kejadian, opini maupun perasaannya dalam media yang dibaca oleh orang di seluruh dunia (world wide coverage).

Kembali ke acara workshop, pada akhir sesi ini, para peserta diberi tugas untuk menulis berita, opini atau apapun dalam waktu 10 menit. Setelah 10 menit, tuisan-tulisan tersebut kemudian dikumpulkan dan diseleksi hingga akhirnya terpilihlah 10 tuisan terbaik. Latihan penulisan ini berlangsung seru karena panitia juga membagikan beragam souvenir untuk para peserta yang tulisanya terpilih.

Pada akhirnya, acara ini ditutup dengan pembagian beasiswa bagi para mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam lomba penulisan essai dengan tema “STIESA, Kampusku”.
