WBD GOES TO STIESA, SUBANG

2009 Mei 23
by bisma

4480_1049533446499_1470618230_30113869_7033322_n

Pagi itu, tidak seperti biasanya, perpustakaan di kampus STIE Sutaatmadja, Subang (Jawa Barat) dipenuhi dengan kesibukan dan suara gaduh. Ternyata pada hari itu (Rabu, 13 Mei 2009) diadakan sebuah workshop jurnalisme yang diadakan oleh STIESA, Yayasan Indonesia Membaca (YIB) dan Tempo Institute dalam rangka memperingati “Hari Buku Sedunia” (World Book Day/WBD) dengan nara sumber Bpk Yosep Suprayogi (wartawan Tempo).
Workshop dengan judul “Menjadi Kaki Tangan Publik” ini diikuti dengan antusias oleh para peserta. Dengan penuh semangat, Bpk. Yosep menjelaskan pengertian dan implikasi kemajuan tehnologi yang menyebabkan tumbuh kembangnya jurnalisme kewarganegaraan (citizen journalism).


Citizen Journalism adalah jurnalisme yang ditopang oleh keterlibatan public dalam pencarian berita maupun pemberitaannya. Jika sebelumnya, hanya wartawan yang (diangaap) berhak menulis dan memberitakan sesuatu melalui media massa, maka dengan adanya internet hal-hal itu menjadi berubah. Penggunaan blog, jaringan sosial seperti facebbok, friendster dan lainnya telah semakin memudahkan orang untuk mewartakan suatu kejadian, opini maupun perasaannya dalam media yang dibaca oleh orang di seluruh dunia (world wide coverage).

mas yosep
Kembali ke acara workshop, pada akhir sesi ini, para peserta diberi tugas untuk menulis berita, opini atau apapun dalam waktu 10 menit. Setelah 10 menit, tuisan-tulisan tersebut kemudian dikumpulkan dan diseleksi hingga akhirnya terpilihlah 10 tuisan terbaik. Latihan penulisan ini berlangsung seru karena panitia juga membagikan beragam souvenir untuk para peserta yang tulisanya terpilih.

mas yosep lagi beraksi
Pada akhirnya, acara ini ditutup dengan pembagian beasiswa bagi para mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam lomba penulisan essai dengan tema “STIESA, Kampusku”.

mejeng bareng mahasiswi

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS