Tren Musik Melayu Saat Ini

2009 Mei 27

Tren Melayu di belantika music Indonesia mengundang polemik. Hal ini terjadi seiring adanya komentar dari beberapa musisi tanah air yang mencap music jenis ini sebagai sebuah degradasi (penurunan mutu). Hal ini sampai menimbulkan kesan ‘perang dingin’ antara musisi yang –terus terang – membuat saya suka senyum-senyum sendiri. Sebegitu immature-nya kah musisi kita?
Menurut WIKI, perkembangan music Melayu di Indonesia telah mulai sejak lama. Dahulu, kita mengenal adanya music Orkes Melayu yang masih menggunakan gitar akustik, akordeon, rebana, gambus dan suling sebagai instrument utamanya. Pada periode 50 dan 60-an, orkes-orkes Melayu di Jakarta ini memainkan lagu-lagu Melayu Deli asal Sumatera (sekitar Medan). Perlahan, seiring perkembangannya, unsur India mulai juga masuk ke dalam music Melayu. Ellya Khadam dengan hits “Boneka India”-nya merupakan representasi dari gejala ini. Selain itu masih ada penyanyi lain seperti P.Ramlee (Malaysia), Said Effendi (dengan lagu Seroja) dan lainnya yang mempopulerkan genre music ini.
Tonggak perkembangan music Melayu (yang berkelindan dengan music dangdut) adalah dengan adanya Soneta Group, pimpinan Rhoma Irama di tahun 1970-an. Setelah itu, music Indonesia diwarnai oleh beragam genre yang merupakan unsur-unsur asing seperti Rock, Reggae, Heavy Metal hingga SKA dan Grundge (Alternative). Pada masa ini, musik Melayu memasuki periode hiatus alias mati suri. Hal ini terbukti dengan tidak banyaknya musisi baik solo maupun group yang mengusung genre Melayu. Di periode ini, lagu Melayu yang paling saya ingat adalah “Isabela” yang disuarakan grup Malaysia, SEARCH.
Namun sebagaimana jenis seni apapun (mo fashion, painting, dll), music juga mengalami proses recycle. Unsur-unsur Melayu yang pernah dinyatakan “mati”, usang dan nggak nyeni itu mulai ngetop lagi dengan adanya grup-grup seperti ST 12, Wali, Hijau Daun dan lainnya. Bahkan Soneta “reinkarnasi” kembali di sosok Ridho Roma.
Saya nggak bisa main music. Jangankan nyanyi, bersiul aja fales (hehe…). Tapi saya suka dengerin music (Indonesia ada di list atas lo!). Dan saya nggak suka kalau music terlalu dikotak-kotakkan. (Kotak kan nama band juga….loh, kok ngaco? ). Buat saya, lagu yang enak dan group atau musisi yang kreatif nan berbakat akan selalu punya pasarnya sendiri. Enggak usahlah kita sibuk membuat komentar yang nggak-nggak tentang orang lain. Kalau enggak suka dengan sesuatu, buktikan saja dengan kerja keras dan karya yang lebih bagus. Kayaknya itu lebih baik daripada bergunjing dan berkonflik dengan orang lain. Se7?….Yeah!.

11 Tanggapan leave one →
  1. 2009 Juni 13
    voltuz permalink

    Betul! Jujur saja, yang tdk menerima musik Melayu, apapun istilahnya, hanyalah soal kalah menang dlm kompetisi. Hidup ini adalah pertarungan, yg tdk siap bertarung, enyahlah…

  2. 2009 Juni 15

    wah.. dulu saya males banget dengerin kangen band, ST12, chlorophylers alias hijau daun.. behh.. tapi intensif dengerin lagu trsbt, tanpa sadar saya nyanyiin juga.. masalahnya mereka kreatif dan memang apa adanya mereka..

  3. 2009 Juli 1

    Wah saya memang suka dengarin music2an namun dr yg namanya music seperti ungu,hijau daun,dn yg lain2nya juga memang asyik didengari tp kalau yg paling mengasyikkn dari lagu ialah grup malaysia2 seperti lagunya search,mega,damasutra,wings dan juga lela menurutku kalau kualitas suara dan lagu mereka sangat bagus…dari yang pernah saya dengarin salah satu diantara lagu2 grup mereka yg diatas.

  4. 2009 Juli 22

    ya, musik indonesia memang mulai bergairah sekarang

  5. 2009 Agustus 3

    Saat ini musik melayu sangat digemari oleh anak-anak muda,yaiyalah………….!

    se-7

  6. 2009 Agustus 8

    saya sih suka musik bukan dari genre musiknya, masing2 aliran musik ada yang saya suka lagunya ada yang tidak…

  7. 2009 September 6
    Indonesia_Flilipino permalink

    Itu tanda degradasi musik indonesia saat ini….

    maaf kata, secara musikalitas kualitas band2 baru yg mengusung melayu saat ini sangat buruk,mengingat kualitas band2 pendahulunya….

    sebut saja Mocca,Slank,Nidji,Naif…..coba bandingkan dengan band2 yg ada saat ini?….yg dapet terlihat hanyalah ketidakmampuan dalam menghasilkan suatu karya atau genre sendiri….itu semua di atur oleh pelaku2 bisnis yang sangat “TOLOL”,”BODOH” dan tidak dapat menyuguhkan kualitas kepada masyarakat…yang terpikir hanyalah UANG…UANG…DAN UANG….

    Hmm…for everyone had their own opinion….thanks atas masukannya nih…

    mau jadi apa rakyat indonesia kalau disuguhkan kualitas bodoh tanpa kreativitas seperti itu?….tadinya industri musik indonesia adalah yang terbaik di Asia Tenggara…..tapi sekarang?…..sudah menjadi pecundang melayu….

  8. 2009 September 7
    indra jati permalink

    ada yang tahu dimana bisa mendapatkan lagunya Lela…???Syukur-syukur 1 album….Yang aku tahu cuma 3.:Sampai bila,Bidadari,Harapan

    • 2009 September 20

      sorry nggak tahu…mungkin temen2 yang lain ada info?….

  9. 2009 Oktober 5
    eroszz permalink

    saya sama sekali tidak setuju atas tanggapan di atas…
    yang saya permasalahkan turunnya mutu musik melayu Indonesia…
    bukannya mengkotak-kotakkan musik,tapi coba bandingkan musik melayu yang disuguhkan jaman sekarang dibanding jaman dahulu!!
    pasti akan terasa profesionalitas musik yang sangat berbeda yang jelas mutu musik melayu sekarang sangatlah buruk…
    dengan penggarapan yang asal2an tanpa suatu konsep album atau lagu yang jelas…
    bahkan ada salah satu band melayu indonesia yang saya yakin dy merupakan plagiat band yang sama2 hidup di belantika musik Indonesia.
    saya contohkan Hijau Daun di single keduanya,jika anda dengarkan secara seksama anda akan mendengarkan style musik yang dimainkan sangat mirip dengan band yang sempat masuk list tertinggi “peterpan”.
    lagu yang mirip tersebut dapat anda buktikan di album peterpan yg taman langit… bahkan yang menebak kemiripan tersebut adalah adik saya yang masih berumur 7 tahun…
    sehingga saya berfikir bukan hanya saya yang menekuni dunia musik mengetahui hal tersebut ,tetapi adik saya yang masih SD bisa berasumsi seperti itu,saya bilang industri musik Indonesia jaman sekarang terlalu lembek tidak berpikir jangka panjang dan martabat musik Indonesia sangat terlupakan…
    KENAPA MUSIK ADA PKE MUSIM2AN, KLO MANGGA EMANK ADA MUSIMNYA… berikanlah dukungan kepada musisi2 yang benar memiliki karya murni yang hingga sekarang mencari jati diri dalam bermusik bukan malah mendukung penurunan kualitas musik seperti ini…
    akuilah kalau musik melayu sekarang sangat merugikan musisi2 yang telah mengangkat nama besar musik Indonesia…
    bahkan sangat merugikan musisi melayu terdahulu…

    • 2009 Oktober 8

      Oke….kita bisa setuju untuk tidak setuju kok…hehehe…

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS