POP

mj

Budaya pop adalah budaya yang terlahir sebagai ‘protes’ terhadap budaya tinggi (high culture). Sebagai sebuah budaya adiluhung, maka budaya tinggi kerap dimiliki oleh para penguasa, tiran dan aristocrat dalam sebuah masyarakat. Sedangkan budaya pop masuk dalam kategori budaya massa yang berkiblat pada massa. Pengertian massa disini tidak hanya mengarah pada para penikmatnya (massa, orang kebanyakan) tapi juga proses produksinya yang mengenal istilah massifikasi (massification of products). Proses ini mengalami akselerasi yang berlipat-lipat kali akibat adanya peranan tehnologi.

Sebagai sebuah budaya, maka pop memiliki icon-icon tersendiri. Michael Jackson adalah salah satunya. Ikon sepertinya diperlukan sebagai lambang atau symbol pencapaian tertentu. Dalam hal ini, di Michael Jackson, saya menemukan perpaduan antara kekuatan tari, music dan visual yang berkelindan secara indah, menggugah dalam bungkus produk yang menghibur sekaligus banal.


MJ adalah sosok genius musik yang menghasilkan lagu-lagu spektakuler. “Heal the World” hampir-hampir menjadi anthem global. Dia jugalah pencipta dansa ala Moonwalk. Dan siapa yang tak terpukau dengan video “Bad” yang lucu, asyik dilihat dan melibatkan banyak artis Holywood?
Sesuai hakikatnya, pop bersifat menghibur tanpa menghendaki kedalaman. Justru karena banal, ia menjadi menarik. Dengarkan saja lirik lagu “Lupa-Lupa Ingat” versi Kuburan ataupun “Tak Gendong” ciptaan Mbah Surip. Sederhana, menghibur minus pesan dan kedalaman.
Sebagai sebuah budaya, maka maraknya budaya pop merefleksikan alam bawah sadar masyarakat. Mereka menginginkan sesuatu yang sederhana jauh dari kesulitan apresiasi yang diperlukan music klasik misalkan. Terimakasih MJ karena telah mengisi hari-hari saya dengan lagu-lagunya yang kuerennnn….abis. Semoga saya tak hanya menjadi penikmat pasif dalam budaya pop yang semakin menggejala dimana-mana ini. Amien.

Photos taken by PHOTOberryTV@flickr.com

Mural design by 808.urban – www.808.urban.org

Tanggapi posting ini