<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Duniaku</title>
	<atom:link href="http://bisma.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bisma.wordpress.com</link>
	<description>Inspirasi, refleksi kehidupan sehari-hari</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Oct 2009 02:37:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='bisma.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/83ced6759992d6bb7d94c50648fae3ef?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Duniaku</title>
		<link>http://bisma.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>STUDY TOUR + COMPANY VISIT = JALAN2 SAMBIL STUDI&#8230;</title>
		<link>http://bisma.wordpress.com/2009/10/09/385/</link>
		<comments>http://bisma.wordpress.com/2009/10/09/385/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 02:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisma.wordpress.com/2009/10/09/385/</guid>
		<description><![CDATA[“Lagi ngapain, Run?”
“Nggak ngapa-ngapain, di rumah aja. Lagi bosen nih”.
“Ya udah, kita jalan-jalan yuk!”
Kita terkadang (seringkali) merasa bosan dengan rutinitas. Tidak terkecuali (terutama) dengan para mahasiswa dan dosen. Kuliah, tugas, ujian seringkali mengkristalkan sebuah perasaan jenuh yang harus dicari solusinya: jalan-jalan.
Eits, tapi bukan sembarang jalan-jalan lo. Karena saya bekerja di lembaga pendidikan, ada tuntutan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=385&subd=bisma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_382" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><img class="size-full wp-image-382" title="stiesa" src="http://bisma.files.wordpress.com/2009/10/tiesa.jpg?w=600&#038;h=450" alt="mejeng bareng-bareng" width="600" height="450" /><p class="wp-caption-text">mejeng bareng-bareng</p></div>
<p><em>“Lagi ngapain, Run?”</em></p>
<p><em>“Nggak ngapa-ngapain, di rumah aja. Lagi bosen nih”.</em></p>
<p><em>“Ya udah, kita jalan-jalan yuk!”</em></p>
<p>Kita terkadang (seringkali) merasa bosan dengan rutinitas. Tidak terkecuali (terutama) dengan para mahasiswa dan dosen. Kuliah, tugas, ujian seringkali mengkristalkan sebuah perasaan jenuh yang harus dicari solusinya: jalan-jalan.</p>
<p>Eits, tapi bukan sembarang jalan-jalan lo. Karena saya bekerja di lembaga pendidikan, ada tuntutan untuk melakukan perjalanan yang ada kejelasan manfaat dan maknanya. Jadinya, yah kita namakan ini sebuah program berjudul study tour dan company visit. Di STIESA ini, study tour dilakukan oleh mahasiswa semester I dan company visit dilakukan oleh semester III.</p>
<p><span id="more-385"></span></p>
<p>Karena namanya juga beda, focus dan tujuannya juga dibedakan. Kalau study tour dilakukan untuk melihat sebuah tempat usaha yang berbasis komunitas, company visit dilakukan untuk melihat perusahaan yang sudah berskala nasional bahkan internasional. Kalau study tour, kita bakal dikenalkan dengan ide-ide yang “fresh” yang pekat dengan muatan kreatifitas dan idealisme. Sedang pada company visit, kita dikenalkan dengan sisi industry kreatif yang sudah berat warna komersilnya.</p>
<p>Pertama, yuk kita ngobrolin study tour. Study tour kali ini kita lakukan di tempat yang nggak terlalu jauh dengan kota tempat tinggal kita. Cukup sekoprol, dua koprol, sampailah kita ke kota distro dan ibukota Jawa Barat ini (kalau yang koprol raksaksa sih nyampe, kalau kita sampe…sampe rumah sakit). Mirip dengan study tour tahun lalu, kita berkunjung ke Tobucil, sebuah toko buku kecil yang mempunyai semangat untuk memberdayakan komunitas.</p>
<p>Asyik, seru bin rame pastilah kita rasakan ketika kita ngobrol dan berkunjung ke tempat ini. Apalagi ada Mas Wiku yang bertugas menyapa dan memberikan presentasi kepada rombongan mahasiswa berseragam biru-biru ini. Sesudah puas “menyerbu” tobucil, kita langsung….makan. Hahaha….Tapi sesudahnya kita berangkat ke CIC (Ciwangun Indah Camp), sebuah camp yang terletak di wilayah Lembang. Di sini, para peserta langsung “uji nyali” dengan bermain “high-ropes games”: 2 line bridge, v-line dan flying fox (ini bukan tipe firefox yang baru loh..).</p>
<p>Kedua, adalah acara company visit yang kita adakan ke Jakarta. Kunjungan ini kita adakan ke Mizan Publishing. Tapi kita kunjungannya ke MP Book Point aja karena disitu Mizan membuat sebuah toko buku yang punya multi fungsi. Ada meeting room, café, toko buku yang juga bisa dipakai buat diskusi, launching buku dan…kolam renang…hehehe (nggak penting banget kali ye).</p>
<p>Disini kita bertemu dengan salah satu direksi Mizan yang juga bertugas sebagai ketua penerbit Hikmah. Dari beliau, kita mendapatkan banyak hal yang berkaitan dengan buku, cara penulisan serta alasan mengenai gerakan Mizan yang sudah mulai merambah dunia film. Setelah puas di Mizan, baru deh kita semua pada senang-senang di Dufan….asyik!!! Ngeliatin mahasiswa pada nyobain Tornado sampe mual-mual bikin hati senang juga….hahaha….(bercanda ding!). But seriously, there was happy time there.</p>
<p><em>Eventually, nothing last forever.</em> Semua kegembiraan harus berakhir karena tak ada pesta yang tak pernah usai. Namun sejujurnya, saya yakin bahwa kita membawa sesuatu yang berharga dari setiap perjalanan. Betul nggak? Haha…I love you full.</p>
<div id="attachment_383" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><img class="size-full wp-image-383" title="tiesa4" src="http://bisma.files.wordpress.com/2009/10/tiesa4.jpg?w=600&#038;h=450" alt="mejeng di depan MP BOOKPOINT - Jakarta" width="600" height="450" /><p class="wp-caption-text">mejeng di depan MP BOOKPOINT - Jakarta</p></div>
<div id="attachment_384" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><img class="size-full wp-image-384" title="tiesa2" src="http://bisma.files.wordpress.com/2009/10/tiesa2.jpg?w=600&#038;h=450" alt="mejeng depan kampus...deuuh..." width="600" height="450" /><p class="wp-caption-text">mejeng depan kampus...deuuh...</p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisma.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisma.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisma.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisma.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisma.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisma.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisma.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisma.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisma.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisma.wordpress.com/385/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=385&subd=bisma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisma.wordpress.com/2009/10/09/385/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be96dac39e430e30d61505bbd2a3aaf9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bisma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bisma.files.wordpress.com/2009/10/tiesa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">stiesa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bisma.files.wordpress.com/2009/10/tiesa4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tiesa4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bisma.files.wordpress.com/2009/10/tiesa2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tiesa2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Marriage</title>
		<link>http://bisma.wordpress.com/2009/09/20/the-marriage/</link>
		<comments>http://bisma.wordpress.com/2009/09/20/the-marriage/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 15:45:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisma.wordpress.com/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[Sulit sekali untuk menentukan cinta itu apa dan dimana ia berada. Kita tak pernah dapat memposisikan cinta sebagai sesuatu yang biological-kah (pengaruh dari hormonal manusia), emosi atau berkaitan dengan intelektualitas tertentu. Karenanya, sangat mustahil untuk mengetahui bagaimana pasangan yang saling bertolak belakang dapat bertahan awet sepanjang hayat sedangkan yang punya banyak kesamaan malah jadi berantakan.
Sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=378&subd=bisma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sulit sekali untuk menentukan cinta itu apa dan dimana ia berada. Kita tak pernah dapat memposisikan cinta sebagai sesuatu yang biological-kah (pengaruh dari hormonal manusia), emosi atau berkaitan dengan intelektualitas tertentu. Karenanya, sangat mustahil untuk mengetahui bagaimana pasangan yang saling bertolak belakang dapat bertahan awet sepanjang hayat sedangkan yang punya banyak kesamaan malah jadi berantakan.</p>
<p>Sangat tidak mungkin untuk menghindari pemberitaan tentang KD dan Anang akhir-akhir ini. Di berbagai media (tertulis maupun layar kaca) berita rencana perceraian mereka terus beredar tanpa berhenti. Sebagian besar orang terkaget-kaget karena hal ini, mereka susah mengerti mengapa pasangan yang sudah lama bertahan ini malah sepakat untuk berpisah. Isyu perselingkuhan mengemuka dan akhirnya berubah menjadi topan pemberitaan yang melodramatis. Kini, para reporter bak hewan kelaparan berlomba-lomba untuk meliput kehidupan kedua artis tersebut.</p>
<p>Cinta, memang tidak cukup untuk mengawetkan hubungan dua pasang manusia.</p>
<p><span id="more-378"></span></p>
<p>Diperlukan komitmen, komunikasi dan pengorbanan dari kedua belah pihak untuk melanggengkannya. Kesediaan untuk menerima kelebihan dan (terutama) kekurangan orang lain. Tak salah, jika perkawinan merupakan salah satu (dari sekian banyak) cara untuk mendewasakan seseorang.</p>
<p>Perkawinan juga akan merubah cinta seseorang. Jika saat pacaran, kita mencintai seseorang itu kurang lebih merupakan keinginan untuk memiliki. Pada saat perkawinan, cinta yang lebih bernuansa eros , akan memudar dan digantikan dengan cinta yang berkomitmen. Dengan komitmen, cinta dan perbedaan menjadi hal yang dapat diterima dan ditolerir. Karenanya, banyak pasangan yang tidak bertahan. Mungkin karena mereka mengimpikan sebuah cinta yang sama dengan saat-saat mereka pacaran. Cinta yang penuh madu dan bukan cinta yang membuat kita mampu melalui jalur yang penuh liku.</p>
<p>So, bagi mereka yang ingin menikah….(dee, banyak nih kayaknya), sudahkan Anda siap untuk menerima si Dia apa adanya? Sudahkan siap menerima kenyataan bahwa cinta kan berubah? Atau siapkah Anda untuk mendahulukan orang lain sebelum Anda sendiri?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisma.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisma.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisma.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisma.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisma.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisma.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisma.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisma.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisma.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisma.wordpress.com/378/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=378&subd=bisma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisma.wordpress.com/2009/09/20/the-marriage/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be96dac39e430e30d61505bbd2a3aaf9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bisma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Say no to bomb, say yes to life!</title>
		<link>http://bisma.wordpress.com/2009/07/22/say-no-to-bomb-say-yes-to-life/</link>
		<comments>http://bisma.wordpress.com/2009/07/22/say-no-to-bomb-say-yes-to-life/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 09:25:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisma.wordpress.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[
Terorisme adalah tindakan yang membuat dan menyebar luaskan teror. Melalui tindakan individu yang didukung oleh organisasi, maka teroris menghasilkan adikarya teror yang mengalami pelipatgandaan masif via media. Dengan setting panggung yang berlumuran darah ala film action, teror ini menggiring para apresiatornya ke mindset yang penuh dengan ketakutan, kemarahan dan kecurigaan.

Bagai virus, maka aksi teror sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=375&subd=bisma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-376" title="marriot jakarta" src="http://bisma.files.wordpress.com/2009/07/marriot-jakarta.jpg?w=399&#038;h=226" alt="marriot jakarta" width="399" height="226" /></p>
<p>Terorisme adalah tindakan yang membuat dan menyebar luaskan teror. Melalui tindakan individu yang didukung oleh organisasi, maka teroris menghasilkan adikarya teror yang mengalami pelipatgandaan masif via media. Dengan setting panggung yang berlumuran darah ala film action, teror ini menggiring para apresiatornya ke mindset yang penuh dengan ketakutan, kemarahan dan kecurigaan.</p>
<p><span id="more-375"></span></p>
<p>Bagai virus, maka aksi teror sangat bisa menghasilkan “kesakitan” nasional. Amerika sempat kalang kabut akibat aksi pemboman WTC. Peristiwa ini akhirnya melahirkan aksi invasi ke Irak yang menyebabkan hilangnya ribuan jiwa manusia di berbagai pihak. Perang ini juga mempunyai dampak tidak langsung ke daerah ekonomi. Defisit besar yang menyebabkan resesi global merupakan salah satu efek domino yang harus ditanggung oleh negara tersebut.</p>
<p>Secara internal, terorisme memunculkan rasa ketakutan serta kecurigaan di tengah-tengah masyarakat. Apalagi jika aksi teror ini mengatasnamakan ideologi (seperti agama) tertentu. Benang kehidupan yang telah susah payah dirajut bersama oleh masyarakat secara paksa telah dikoyak moyak. Akibatnya kecurigaan antar golongan tumbuh dan memperkuat stigma-stigma negatif yang dilekatkan kepada masing-masing kelompok. Padahal unsur “fundamentalisme” bukanlah milik ekselusif sebuah agama. Semua pohon agama dan ideologi yang besar akan mempunyai ranting berduri fundalisme di dalamnya.</p>
<p>Lalu apa yang harus kita lakukan? Jika tujuan utama dari aksi teror adalah untuk membangkitkan dan melipatgadakan ketakutan, kemarahan dan kecurigaan di tengah masyarakat maka kita dapat berkata “Tidak!” untuknya. Secara reflektif, kita dapat mengembangkan pola pikir yang berlawanan dengannya. Dengan adanya pola pikir yang berlawanan ini, maka kita akan melihat bahwa kohesi social yang berbasiskan trust menjadi sesuatu yang teramat mahal untuk ditukar dengan ketakutan.</p>
<p>Sebagai manusia, harusnya kita sadar bahwa hidup kita bersifat sementara. Dari semua mahluk, manusia termasuk entitas yang rawan terhadap penyakit, rasa sakit dan kematian. Karenanya hidup menjadi sesuatu yang begitu berarti bagi kita. Lebih logis kan kalau kita mengisi kehidupan kita yang fana ini dengan cinta, solidaritas, persahabatan, pemaafan dan hal-hal positif lainya? Hidup terlalu singkat dan sementara untuk diisi oleh hal-hal yang bersifat negatif.</p>
<p>photos from www.news.yahoo.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisma.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisma.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisma.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisma.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisma.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisma.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisma.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisma.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisma.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisma.wordpress.com/375/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=375&subd=bisma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisma.wordpress.com/2009/07/22/say-no-to-bomb-say-yes-to-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be96dac39e430e30d61505bbd2a3aaf9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bisma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bisma.files.wordpress.com/2009/07/marriot-jakarta.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">marriot jakarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>POP</title>
		<link>http://bisma.wordpress.com/2009/07/22/pop/</link>
		<comments>http://bisma.wordpress.com/2009/07/22/pop/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 09:02:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[budaya pop]]></category>
		<category><![CDATA[michael jackson]]></category>
		<category><![CDATA[pop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisma.wordpress.com/2009/07/22/pop/</guid>
		<description><![CDATA[
Budaya pop adalah budaya yang terlahir sebagai ‘protes’ terhadap budaya tinggi (high culture). Sebagai sebuah budaya adiluhung, maka budaya tinggi kerap dimiliki oleh para penguasa, tiran dan aristocrat dalam sebuah masyarakat. Sedangkan budaya pop masuk dalam kategori budaya massa yang berkiblat pada massa. Pengertian massa disini tidak hanya mengarah pada para penikmatnya (massa, orang kebanyakan) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=371&subd=bisma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-372" title="mj" src="http://bisma.files.wordpress.com/2009/07/mj.jpg?w=500&#038;h=375" alt="mj" width="500" height="375" /></p>
<p>Budaya pop adalah budaya yang terlahir sebagai ‘protes’ terhadap budaya tinggi <em>(high culture)</em>. Sebagai sebuah budaya adiluhung, maka budaya tinggi kerap dimiliki oleh para penguasa, tiran dan aristocrat dalam sebuah masyarakat. Sedangkan budaya pop masuk dalam kategori budaya massa yang berkiblat pada massa. Pengertian massa disini tidak hanya mengarah pada para penikmatnya (massa, orang kebanyakan) tapi juga proses produksinya yang mengenal istilah massifikasi <em>(massification of products)</em>. Proses ini mengalami akselerasi yang berlipat-lipat kali akibat adanya peranan tehnologi.</p>
<p>Sebagai sebuah budaya, maka pop memiliki icon-icon tersendiri. Michael Jackson adalah salah satunya. Ikon sepertinya diperlukan sebagai lambang atau symbol pencapaian tertentu. Dalam hal ini, di Michael Jackson, saya menemukan perpaduan antara kekuatan tari, music dan visual yang berkelindan secara indah, menggugah dalam bungkus produk yang menghibur sekaligus banal.</p>
<p><span id="more-371"></span><br />
MJ adalah sosok genius musik yang menghasilkan lagu-lagu spektakuler. “Heal the World” hampir-hampir menjadi anthem global. Dia jugalah pencipta dansa ala Moonwalk. Dan siapa yang tak terpukau dengan video “Bad” yang lucu, asyik dilihat dan melibatkan banyak artis Holywood?<br />
Sesuai hakikatnya, pop bersifat menghibur tanpa menghendaki kedalaman. Justru karena banal, ia menjadi menarik. Dengarkan saja lirik lagu “Lupa-Lupa Ingat” versi Kuburan ataupun “Tak Gendong” ciptaan Mbah Surip. Sederhana, menghibur minus pesan dan kedalaman.<br />
Sebagai sebuah budaya, maka maraknya budaya pop merefleksikan alam bawah sadar masyarakat. Mereka menginginkan sesuatu yang sederhana jauh dari kesulitan apresiasi yang diperlukan music klasik misalkan. Terimakasih MJ karena telah mengisi hari-hari saya dengan lagu-lagunya yang kuerennnn….abis. Semoga saya tak hanya menjadi penikmat pasif dalam budaya pop yang semakin menggejala dimana-mana ini. Amien.</p>
<p>Photos taken by PHOTOberryTV@flickr.com</p>
<p>Mural design by 808.urban &#8211; www.808.urban.org</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisma.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisma.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisma.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisma.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisma.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisma.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisma.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisma.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisma.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisma.wordpress.com/371/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=371&subd=bisma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisma.wordpress.com/2009/07/22/pop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be96dac39e430e30d61505bbd2a3aaf9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bisma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bisma.files.wordpress.com/2009/07/mj.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mj</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SUBANG : ANTARA INGATAN DAN KENYATAAN</title>
		<link>http://bisma.wordpress.com/2009/06/29/subang-antara-ingatan-dan-kenyataan/</link>
		<comments>http://bisma.wordpress.com/2009/06/29/subang-antara-ingatan-dan-kenyataan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 06:28:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[local heroes]]></category>
		<category><![CDATA[Subang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisma.wordpress.com/2009/06/29/subang-antara-ingatan-dan-kenyataan/</guid>
		<description><![CDATA[…Dahulu…
Kau adalah sebuah ingatan tentang kehangatan. Tempat berkumpulnya saudara-saudara yang terserak di kota-kota nan jauh. Sebuah oase dimana kita bisa tertawa dan berbincang bersama. Di hari nan fitri, setiap tahun sekali. Dengan berbekal keikhlasan dan keinginan tuk maaf memaafkan, kita semua bertemu.  Sebuah momen penting yang kukenang dalam aliran waktu.
Engkau adalah sebuah ranah imajiner [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=370&subd=bisma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>…Dahulu…<br />
Kau adalah sebuah ingatan tentang kehangatan. Tempat berkumpulnya saudara-saudara yang terserak di kota-kota nan jauh. Sebuah oase dimana kita bisa tertawa dan berbincang bersama. Di hari nan fitri, setiap tahun sekali. Dengan berbekal keikhlasan dan keinginan tuk maaf memaafkan, kita semua bertemu.  Sebuah momen penting yang kukenang dalam aliran waktu.<br />
Engkau adalah sebuah ranah imajiner dalam labirin ingatanku. Sebuah lokasi geografis seluas 205.176,95 hektar (6,34% dari luas propinsi Jawa Barat). Sebuah wilayah yang berbatas dengan Bandung, Purwakarta, Kerawang, Indramayu, Sumedang dan Laut Jawa.<br />
…Kini…<br />
Kau adalah sebuah kota yang kudiami. Di dalammu, aku bernafas, bekerja dan belajar. Tentang hidup, tentang segala hal. Termasuk yang baik dan buruk. Nama-mu mencuat saat salah seorang (bekas) artis, Primus Yustisio mencalonkan diri sebagai nahkodamu (baca: bupati). Dari dirimu, lahir seorang maestro yoyo yang membentuk komunitas yoyo se-Indonesia, Oke Rosgani. Juga terdapat Komunitas Blogger Subang yang digerakkan oleh kang Yahdi, Annas dan Oki Rosgani (saudara kembarnya Oke, hehe..). Dan banyak lagi orang-orang hebat yang sepertinya memang kurang terekspos oleh media. Merekalah “local heroes” yang menjadi panutan dari komunitasnya masing-masing.<br />
Sisi kelam-mu pun ada. Permasalahan korupsi (yang sudah menjadi epidemic nasional, mengalahkan virus H1N1), pergaulan bebas (yang mengekor dari permasalahan urban kota-kota besar) juga merupakan wajah yang harus dicermati. Jika boleh sedikit merefleksikan semuanya, mungkin benar bahwa poverty is the root of all evil. Kemiskinan adalah biang dari segala kejahatan. Karena kemiskinan, orang tega mengambil apa yang bukan hak-nya. Dengan alasan yang sama, kehormatan dan harga diri bisa digadaikan. Di tengah-tengah sikap masyarakat yang makin permisif dan godaan konsumerisme yang semakin marak, dapatkah masyarakat Subang bertahan?<br />
Jaman berganti, permasalahan akan terus ada. Dan kami bergumul dengannya, mencoba bertahan dengan segenap keyakinan masing-masing. Permasalahan yang kami hadapi tentu berbeda dengan daerah lain. Karenanya, mari berbagi semangat untuk mencoba bertahan. Dan merubahnya. Dalam skala kecil sekalipun. Ayo!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisma.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisma.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisma.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisma.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisma.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisma.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisma.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisma.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisma.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisma.wordpress.com/370/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=370&subd=bisma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisma.wordpress.com/2009/06/29/subang-antara-ingatan-dan-kenyataan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be96dac39e430e30d61505bbd2a3aaf9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bisma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prita&#8230;</title>
		<link>http://bisma.wordpress.com/2009/06/19/prita/</link>
		<comments>http://bisma.wordpress.com/2009/06/19/prita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 10:07:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[remeh temeh]]></category>
		<category><![CDATA[complaint]]></category>
		<category><![CDATA[prita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisma.wordpress.com/2009/06/19/prita/</guid>
		<description><![CDATA[
Sekarang kalau membuka facebook, saya dihujani dengan ajakan untuk ikut cause yang berjudul bebaskan ibu Prita. &#8220;Ya ampyun&#8230;..ada lagi yang ngajak aku? Hrrgggh&#8230;.&#8221;
Siapa sih yang nggak tahu kasus Prita saat ini? Mungkin hanya orang-orang yang puasa baca koran dan tv aja yang nggak tahu. Polemik, perbincangan hingga diskusi di berbagai media merupakan media yang mem-blow-up [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=366&subd=bisma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-367" title="complaint" src="http://bisma.files.wordpress.com/2009/06/complaint.jpg?w=244&#038;h=300" alt="complaint" width="244" height="300" /></p>
<p>Sekarang kalau membuka facebook, saya dihujani dengan ajakan untuk ikut cause yang berjudul bebaskan ibu Prita. &#8220;Ya ampyun&#8230;..ada lagi yang ngajak aku? Hrrgggh&#8230;.&#8221;</p>
<p>Siapa sih yang nggak tahu kasus Prita saat ini? Mungkin hanya orang-orang yang puasa baca koran dan tv aja yang nggak tahu. Polemik, perbincangan hingga diskusi di berbagai media merupakan media yang mem-blow-up kasus ini hingga jenuh.</p>
<p>Tapi saya lalu bertanya dalam hati: Siapa sih yang nggak pernah salah di dunia ini? Semua orang pasti punya salah, karena memang manusia tempatnya salah. Nggak terkecuali sebuah rumah sakit yang bernama RS Internasional Omni di wilayah Tangerang tersebut. Jadi sebenarnya, kesalahan adalah sesuatu yang wajar banget. Manusiawi bahkan.</p>
<p>Tapi semestinya, sebagai sebuah institusi yang menawarkan jasa kesehatan, hendaknya Omni punya sistem yang merespon complaint apapun dengan cara yang luwes dan elegan. Enggak lucu ah, kalau seorang konsumen yang ingin mengajukan keluhan tentang sesuatu malah dikenakan saksi menginap di sel selama 3 minggu. Ih, enggak banget deh&#8230;.hahaha..</p>
<p>Seharusnya kalau ada sebuah sistem yang apik, complaint dari seorang konsumen dapat dilihat sebagai hal yang positif. Dengan adanya complaint yang baik, maka institusi yang menawarkan jasa mempunyai kesempatan untuk lebih meningkatkan kualitas dirinya.</p>
<p>Selain itu, adanya complaint, jika ditanggapi dengan baik akan lebih mengikat hati konsumen terhadap sebuah produk. Contohlah MacDonald yang tidak membuat burger dengan daging sapi di India, karena disana sapi dianggap suci.</p>
<p>Kepekaan terhadap pelanggan, adalah kunci bagi kesuksesan usaha di segala bidang. Lagipula harap diingat bahwa &#8221; to eer is human, to forgive is divine&#8221;. Salah itu manusiawi, memaafkan itu ilahi. Selamat mengelola complaint!..</p>
<p>Foto: by thespeedphreak @flickr</p>
<p><a name="1515325826266767098"></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisma.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisma.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisma.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisma.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisma.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisma.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisma.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisma.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisma.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisma.wordpress.com/366/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=366&subd=bisma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisma.wordpress.com/2009/06/19/prita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be96dac39e430e30d61505bbd2a3aaf9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bisma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bisma.files.wordpress.com/2009/06/complaint.jpg?w=244" medium="image">
			<media:title type="html">complaint</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tren Musik Melayu Saat Ini</title>
		<link>http://bisma.wordpress.com/2009/05/27/tren-musik-melayu-saat-ini/</link>
		<comments>http://bisma.wordpress.com/2009/05/27/tren-musik-melayu-saat-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 07:05:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[remeh temeh]]></category>
		<category><![CDATA[musik melayu]]></category>
		<category><![CDATA[polemik lagu melayu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisma.wordpress.com/2009/05/27/tren-musik-melayu-saat-ini/</guid>
		<description><![CDATA[Tren Melayu di belantika music Indonesia mengundang polemik. Hal ini terjadi seiring adanya komentar dari beberapa musisi tanah air yang mencap music jenis ini sebagai sebuah degradasi (penurunan mutu). Hal ini sampai menimbulkan kesan ‘perang dingin’ antara musisi yang –terus terang – membuat saya suka senyum-senyum sendiri. Sebegitu immature-nya kah musisi kita?
Menurut WIKI, perkembangan music [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=364&subd=bisma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tren Melayu di belantika music Indonesia mengundang polemik. Hal ini terjadi seiring adanya komentar dari beberapa musisi tanah air yang mencap music jenis ini sebagai sebuah degradasi (penurunan mutu). Hal ini sampai menimbulkan kesan ‘perang dingin’ antara musisi yang –terus terang – membuat saya suka senyum-senyum sendiri. Sebegitu immature-nya kah musisi kita?<br />
Menurut WIKI, perkembangan music Melayu di Indonesia telah mulai sejak lama. Dahulu, kita mengenal adanya music Orkes Melayu yang masih menggunakan gitar akustik, akordeon, rebana, gambus dan suling sebagai instrument utamanya. Pada periode 50 dan 60-an, orkes-orkes Melayu di Jakarta ini memainkan lagu-lagu Melayu Deli asal Sumatera (sekitar Medan). Perlahan, seiring perkembangannya, unsur India mulai juga masuk ke dalam music Melayu. Ellya Khadam dengan hits “Boneka India”-nya merupakan representasi dari gejala ini. Selain itu masih ada penyanyi lain seperti P.Ramlee (Malaysia), Said Effendi (dengan lagu Seroja) dan lainnya yang mempopulerkan genre music ini.<br />
Tonggak perkembangan music Melayu (yang berkelindan dengan music dangdut) adalah dengan adanya Soneta Group, pimpinan Rhoma Irama di tahun 1970-an. Setelah itu, music Indonesia diwarnai oleh beragam genre yang merupakan unsur-unsur asing seperti Rock, Reggae, Heavy Metal hingga SKA dan Grundge (Alternative). Pada masa ini, musik Melayu memasuki periode hiatus alias mati suri. Hal ini terbukti dengan tidak banyaknya musisi baik solo maupun group yang mengusung genre Melayu. Di periode ini, lagu Melayu yang paling saya ingat adalah “Isabela” yang disuarakan grup Malaysia, SEARCH.<br />
Namun sebagaimana jenis seni apapun (mo fashion, painting, dll), music juga mengalami proses recycle. Unsur-unsur Melayu yang pernah dinyatakan “mati”, usang dan nggak nyeni itu mulai ngetop lagi dengan adanya grup-grup seperti ST 12, Wali, Hijau Daun dan lainnya. Bahkan Soneta “reinkarnasi” kembali di sosok Ridho Roma.<br />
Saya nggak bisa main music. Jangankan nyanyi, bersiul aja fales (hehe…). Tapi saya suka dengerin music (Indonesia ada di list atas lo!). Dan saya nggak suka kalau music terlalu dikotak-kotakkan. (Kotak kan nama band juga….loh, kok ngaco? ). Buat saya, lagu yang enak dan group atau musisi yang kreatif nan berbakat akan selalu punya pasarnya sendiri. Enggak usahlah kita sibuk membuat komentar yang nggak-nggak tentang orang lain. Kalau enggak suka dengan sesuatu, buktikan saja dengan kerja keras dan karya yang lebih bagus. Kayaknya itu lebih baik daripada bergunjing dan berkonflik dengan orang lain. Se7?&#8230;.Yeah!.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisma.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisma.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisma.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisma.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisma.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisma.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisma.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisma.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisma.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisma.wordpress.com/364/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=364&subd=bisma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisma.wordpress.com/2009/05/27/tren-musik-melayu-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be96dac39e430e30d61505bbd2a3aaf9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bisma</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>THE SINGAPORE TRIP</title>
		<link>http://bisma.wordpress.com/2009/05/23/the-singapore-trip/</link>
		<comments>http://bisma.wordpress.com/2009/05/23/the-singapore-trip/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 03:52:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[esplenade]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[sentosa island]]></category>
		<category><![CDATA[singapore]]></category>
		<category><![CDATA[singapore zoo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisma.wordpress.com/2009/05/23/the-singapore-trip/</guid>
		<description><![CDATA[“Small is beautiful” – E.F. Schumpeter

Prinsip seperti itulah yang diamini oleh para petinggi dan pembuat kebijakan di negeri Singapura. Bermula dari kedatangan untuk beranjangsana atas undangan saudara, saya plus anak dan Eyang Ti pun menginjakkan kaki lagi di Changi Airport. Meski dekat secara geografis, pengalaman untuk menjelajah Singapura sangatlah menarik.

Kami tiba di Singapura dan langsung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=343&subd=bisma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>“Small is beautiful”</em> – E.F. Schumpeter</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-347" title="Resize 1" src="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/resize-1.jpg?w=406&#038;h=271" alt="Resize 1" width="406" height="271" /></p>
<p>Prinsip seperti itulah yang diamini oleh para petinggi dan pembuat kebijakan di negeri Singapura. Bermula dari kedatangan untuk beranjangsana atas undangan saudara, saya plus anak dan Eyang Ti pun menginjakkan kaki lagi di Changi Airport. Meski dekat secara geografis, pengalaman untuk menjelajah Singapura sangatlah menarik.</p>
<p><span id="more-343"></span><br />
Kami tiba di Singapura dan langsung disambut dengan sinar matahari yang hangat. Hal ini pertanda yang baik, mengingat Singapur sedang dirundung hujan sejak beberapa hari. Tiba di Airport-nya yang terkenal, kami langsung naik taksi ke apartemen saudara yang hidup di negeri singa ini. Yang menarik adalah sang supir taksi (dan juga beberapa pelayan di restoran-restoran yang kami kunjungi) adalah seorang senior citizen. Setelah ngobrol2 dengan saudara, saya baru tahu bahwa masyarakat Singapura mempekerjakan mereka karena penghargaan kepada para orangtua tadi. Seperti di Indonesia, ada beberapa senior citizen yang memang nggak bisa menyesuaikan diri dengan status ‘pensiun’ yang cenderung tak bekerja. Disektor-sektor inilah mereka akhirnya bisa bekerja.<br />
Kami akhirnya sampai di apartemen saudara yang kalau di Indonesia yang cukup sederhana. Kesenangan perjumpaan juga bertambah saat kami membawakan beberapa oleh-oleh unik asal Indonesia (ini penting untuk mengobati kerinduan orang Indonesia yang tinggal di abroad…hehehe).<br />
Ayo….let’s go round and round in Singapore!&#8230;.<br />
SENTOSA ISLAND<br />
Sentosa Island adalah sebuah pulau yang ‘disulap’ oleh pemerintah menjadi sebuah wahana hiburan besar. Disini, kami bermain di pinggir laut. Berbeda dengan Bali yang pemandangan lepas pantainya sangat oke banget, di Sentosa, pemandangan ke arah lautnya diisi dengan kapal-kapal (maklum Singapura adalah harbor city juga).</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-348" title="Resize 2" src="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/resize-2.jpg?w=406&#038;h=271" alt="Resize 2" width="406" height="271" /><br />
Yang paling menarik adalah wahana yang namanya “Song of the Sea”. Di wahana ini, para pengunjung akan dibuat terpukau dengan pertunjukan yang mengkombinasikan cahaya laser, kembang api dan air laut. Pokoke, keren abis!!!&#8230;</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-349" title="Resize 4" src="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/resize-4.jpg?w=340&#038;h=227" alt="Resize 4" width="340" height="227" /><br />
Pengalaman di tempat melihat binatang air di Singapura juga menarik. Dengan cerdik, para pengelola bonbin dapat menyiasati keterbatasan lahan dengan memanfaatka ruang yang tersedia secara efisien. Ruang dimana kita melihat binatang-binatang air, misalkan. Dengan disain yang baik, ruang itu tidak didesain meluas malah dibuat bertingkat ke bawah. Ini menarik dan smart, menurut saya.<br />
Terakhir, kami akhirnya melihat pertunjukan dolphin. Seru, dan berbeda dengan yang saya liat di Ancol (waktu masih kecil…hehehe). Lucunya, ketika petugas di area dolphin ingin mengikutsertakan penonton di dalam pertunjukkannya, kedua anak tersebut ternyata berkewarganegaraan Indonesia. Wah, memang banyak juga ya wisatawan Indonesia di Singapore.</p>
<p>SINGAPORE ZOO<br />
Di Singapore Zoo, lain lagi ceritanya. Disini, Safa (anak perempuanku) menikmati permainan ‘basah-basahan’ ala waterboom kecil. Biar badannya kecil, ternyata ia paling doyan ‘diguyur’ sama tong air yang cukup besar. Wah, berani juga kamu, nak.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-350" title="Resize 5" src="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/resize-5.jpg?w=321&#038;h=480" alt="Resize 5" width="321" height="480" /><br />
Yang paling berkesan bagi saya adalah perjalanan memakai kapal (boat) di danau yanga ada disana. Dengan ringkas, sang guide bercerita tentang kecintaan warga Singapore dengan orangutan yang bernama si Amang. Wah, dari paparannya, saya bisa melihat betapa mereka sangat mencintai mascot bonbin ini, meskipun ia telah passed away.<br />
ESPLENADE<br />
Last but not least, emang harus ke Esplenade. Gedung ini telah menjadi landmark baru buat Singapur deh. Dengan design yang sering kita sebut kulit durian…hehehe…gedung yang berfungsi sebagai wadah bagi pertunjukan seni (pameran, music, dan lainnya) ini memang terasa ‘unik dan berbeda.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-351" title="Resize of DSC_6160" src="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/resize-of-dsc_6160.jpg?w=340&#038;h=227" alt="Resize of DSC_6160" width="340" height="227" /><br />
TIPS KALO MO JALAN-JALAN KE SINGAPORE<br />
1.	Harus punya kartu MRT (Mass Rapid Transport) yang bisa ngebawa kamu kemana-mana. Jangan pakai taksi, kecuali kalo terpaksa (bawa-bawa barang banyak, misalnya). Ini adalah mode transortasi favorit kami sewaktu menjelajah.<br />
2.	Don’t use proper English. Buat yang biasa berkata-kata ‘sopan’ dengan foreigner, silahkan kecele kalo mo ngegunain proper English di Singapore. Ribet! Mendingan pake aja bahasa yang disingkat-singkat. Saya aja bingung pas ditawarin sesuatu sama orang, dia cumin bilang: “You want? You want?” bukannya “Do you want to buy this?”.<br />
3.	Siapkan kaki karena Anda akan ‘dipaksa’ berjalan kesana kemari. Peraturan dan keteraturan, memang jadi nomor satu di Singapur. Mereka sangat menghargai pejalan kaki. Jadi memang enak berjalan-jalan dengan kaki di sana. Stay healthy ,dong!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisma.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisma.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisma.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisma.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisma.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisma.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisma.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisma.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisma.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisma.wordpress.com/343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=343&subd=bisma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisma.wordpress.com/2009/05/23/the-singapore-trip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be96dac39e430e30d61505bbd2a3aaf9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bisma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/resize-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Resize 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/resize-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Resize 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/resize-4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Resize 4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/resize-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Resize 5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/resize-of-dsc_6160.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Resize of DSC_6160</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WBD GOES TO STIESA, SUBANG</title>
		<link>http://bisma.wordpress.com/2009/05/23/wbd-goes-to-stiesa-subang/</link>
		<comments>http://bisma.wordpress.com/2009/05/23/wbd-goes-to-stiesa-subang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 03:50:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[book project]]></category>
		<category><![CDATA[stiesa]]></category>
		<category><![CDATA[WBD Goes to Campus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisma.wordpress.com/2009/05/23/wbd-goes-to-stiesa-subang/</guid>
		<description><![CDATA[
Pagi itu, tidak seperti biasanya, perpustakaan di kampus STIE Sutaatmadja, Subang (Jawa Barat) dipenuhi dengan kesibukan dan suara gaduh. Ternyata pada hari itu (Rabu, 13 Mei 2009) diadakan sebuah workshop jurnalisme yang diadakan oleh STIESA, Yayasan Indonesia Membaca (YIB) dan Tempo Institute dalam rangka memperingati “Hari Buku Sedunia” (World Book Day/WBD) dengan nara sumber Bpk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=342&subd=bisma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-354" title="4480_1049533446499_1470618230_30113869_7033322_n" src="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/4480_1049533446499_1470618230_30113869_7033322_n.jpg?w=510&#038;h=339" alt="4480_1049533446499_1470618230_30113869_7033322_n" width="510" height="339" /></p>
<p>Pagi itu, tidak seperti biasanya, perpustakaan di kampus STIE Sutaatmadja, Subang (Jawa Barat) dipenuhi dengan kesibukan dan suara gaduh. Ternyata pada hari itu (Rabu, 13 Mei 2009) diadakan sebuah workshop jurnalisme yang diadakan oleh STIESA, Yayasan Indonesia Membaca (YIB) dan Tempo Institute dalam rangka memperingati “Hari Buku Sedunia” (World Book Day/WBD) dengan nara sumber Bpk Yosep Suprayogi (wartawan Tempo).<br />
Workshop dengan judul “Menjadi Kaki Tangan Publik” ini diikuti dengan antusias oleh para peserta. Dengan penuh semangat, Bpk. Yosep menjelaskan pengertian dan implikasi kemajuan tehnologi yang menyebabkan tumbuh kembangnya jurnalisme kewarganegaraan (citizen journalism).</p>
<p><span id="more-342"></span><br />
Citizen Journalism adalah jurnalisme yang ditopang oleh keterlibatan public dalam pencarian berita maupun pemberitaannya. Jika sebelumnya, hanya wartawan yang (diangaap) berhak menulis dan memberitakan sesuatu melalui media massa, maka dengan adanya internet hal-hal itu menjadi berubah. Penggunaan blog, jaringan sosial seperti facebbok, friendster dan lainnya telah semakin memudahkan orang untuk mewartakan suatu kejadian, opini maupun perasaannya dalam media yang dibaca oleh orang di seluruh dunia<em> (world wide coverage).</em></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-357" title="mas yosep" src="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/mas-yosep.jpg?w=510&#038;h=339" alt="mas yosep" width="510" height="339" /><br />
Kembali ke acara workshop, pada akhir sesi ini, para peserta diberi tugas untuk menulis berita, opini atau apapun dalam waktu 10 menit. Setelah 10 menit, tuisan-tulisan tersebut kemudian dikumpulkan dan diseleksi hingga akhirnya terpilihlah 10 tuisan terbaik. Latihan penulisan ini berlangsung seru karena panitia juga membagikan beragam souvenir untuk para peserta yang tulisanya terpilih.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-359" title="mas yosep lagi beraksi" src="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/mas-yosep-lagi-beraksi.jpg?w=510&#038;h=339" alt="mas yosep lagi beraksi" width="510" height="339" /><br />
Pada akhirnya, acara ini ditutup dengan pembagian beasiswa bagi para mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam lomba penulisan essai dengan tema “STIESA, Kampusku”.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-362" title="mejeng bareng mahasiswi" src="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/mejeng-bareng-mahasiswi1.jpg?w=510&#038;h=339" alt="mejeng bareng mahasiswi" width="510" height="339" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisma.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisma.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisma.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisma.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisma.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisma.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisma.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisma.wordpress.com/342/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisma.wordpress.com/342/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisma.wordpress.com/342/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=342&subd=bisma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisma.wordpress.com/2009/05/23/wbd-goes-to-stiesa-subang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be96dac39e430e30d61505bbd2a3aaf9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bisma</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/4480_1049533446499_1470618230_30113869_7033322_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4480_1049533446499_1470618230_30113869_7033322_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/mas-yosep.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mas yosep</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/mas-yosep-lagi-beraksi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mas yosep lagi beraksi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bisma.files.wordpress.com/2009/05/mejeng-bareng-mahasiswi1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mejeng bareng mahasiswi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DARIMANA KEBENCIAN ITU BERASAL?</title>
		<link>http://bisma.wordpress.com/2009/04/02/darimana-kebencian-itu-berasal/</link>
		<comments>http://bisma.wordpress.com/2009/04/02/darimana-kebencian-itu-berasal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 01:37:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bisma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bisma.wordpress.com/2009/04/02/darimana-kebencian-itu-berasal/</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang mengirimkan sebuah SMS singkat kepada saya hari itu. Awalnya, saya tidak terlalu “ngeh” dengan permasalahan yang dia ungkapkan. Dia sedang mengalami “puting beliung” emosi dan rasanya sukar untuk mencerna ‘jebolan’ emosi yang dia tumpahkan pada saya. Tetapi akhirnya, saya mengerti bahwa ia sedang merasakan kebencian yang sangat kuat kepada seseorang. Kebencian yang berasal dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=339&subd=bisma&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seseorang mengirimkan sebuah SMS singkat kepada saya hari itu. Awalnya, saya tidak terlalu “<em>ngeh” </em>dengan permasalahan yang dia ungkapkan. Dia sedang mengalami “puting beliung” emosi dan rasanya sukar untuk mencerna ‘jebolan’ emosi yang dia tumpahkan pada saya. Tetapi akhirnya, saya mengerti bahwa ia sedang merasakan kebencian yang sangat kuat kepada seseorang. Kebencian yang berasal dari masa lalu. Sebuah rasa sakit yang telah digoreskan oleh seseorang yang begitu dekat dengannya. Dan menggelegar saat ini. Sebuah emosi yang ia tahu tidak sehat, tetapi tidak bisa dirubah sendiri olehnya.</p>
<p>Inilah sekeping refleksi saya tentang hal itu :<br />
Jika ditanya darimana kebencian itu berasal. Bukankah jawabannya mudah saja? Darimu. Kebencian adalah apimu. Yang membakar dirimu dan orang di sekitarmu. Bahkan orang-orang yang kau sayangi. Api ini membakar semuanya menjadi abu. Dan bahan bakar utamanya adalah rasa egoistismu yang hanya melihat pada perbedaan dan bukan pada persamaan yang ada di antara semua dan Semesta.</p>
<p>Semakin besar tingkat keterpisahanmu dengan Semesta (bisa diterjemahkan juga dengan Tuhan), semakin dalam dan luas kebencian itu. Penyebabnya adalah sebuah konsepsi yang salah tentang dirimu. Dirimu, bukanlah sebuah entitas mandiri yang mempunyai relatif keberjarakan dengan sesama. Tidak. Dirimu adalah diriku, dirinya dan juga semesta. Ada sebuah benang laba-laba tak kasat mata yang menghubungkan kita semua. Benang itulah yang kerap dinamakan Cinta. Karenanya, jika kau sakit, bukankah dia juga merasakannya? Bukankah ia juga – sama seperti dirimu – sedang berjuang untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang sama?</p>
<p>Kebencian, kesedihan, kegembiraan, semangat, cinta dan airmata semua berasal darimu. Engkau yang memberi makna bagi berbagai hal yang terjadi di dalam dirimu. Dalam hatimu, Semesta bercermin. Dan apa yang akan dilihat-Nya? Sebuah semesta lain dimana Cinta mendapat penolakan. Sebuah semesta dimana Cinta tidak mendapat ruang dan waktu yang sewajarnya.  Semua tampak begitu suram, gelap dan mengerikan.</p>
<p>Di lain sisi, kebencian juga berasal dari perasaan adanya kekurangan. Perasaan bahwa orang lain tidak menganggap dan tidak memberikan berbagai keistimewaan yang seharusnya kau terima. Kecewa terhadap hal ini, kau membenci. Sama seperti kebencian Kabil terhadap Habil karena merasa Adam AS sebaiknya lebih mengistimewakannya .</p>
<p>Pada akhirnya, engkau tidak dapat melarikan diri dari dirimu. Karena itu, berubahlah. Lihatlah dengan hatimu bahwa Tuhan mempunyai rencana yang lebih luas dari apa yang kau kira. Sesuatu yang menurut kita musibah hari ini, boleh jadi menjadi sumber hikmah dan pertolongan di masa depan. Kita tidak pernah tahu. Dan dalam ketidaktahuan itu kita berlindung. Kita percaya bahwa hanya Dia yang mengetahui apa yang ada di belakang dan di depan kita. Dan Dia sungguh mengetahui kondisi dan apa yang paling dibutuhkan olehmu saat ini.</p>
<p>Tahukah, jalan hidup seorang manusia bernama Muhammad? Ia ditinggal pergi oleh semua yang melindungi dan mencintainya. Kedua orangtuanya, bahkan paman dan isteri yang dicintai. Betapa sulit dan menyakitkan itu semua. Tetapi apakah ia berpaling dari-Nya? Tidak. Semua itu menambah tebal keimanan dan ketegaran dirinya. Ada kata-kata hikmah yang menjelaskan itu: “Tanda bahwa Rasulullah ditinggal oleh orang-orang yang dekat dengannya, adalah agar ia dididik langsung oleh-Nya”.</p>
<p>Egoisme, kebencian dan rasa penting diri hanya bisa dihadapi dengan ego yang sehat, pemaafan dan kerendahan hati. Tutuplah masa lalu. Nikmatilah hari ini. Karena engkau berhak untuk berbahagia. Dan karena hanya hari inilah yang kita punya. Masa lalu hanya mimpi. Dan masa depan hanyalah sesuatu yang tak pasti. Genggam erat hari ini. Dan tersenyumlah.</p>
<p><em>Kita mendapat kebahagiaan dengan memberikan kerja keras hari ini,<br />
Kita mendapat senyum orang lain dengan memberi senyum yang kita punyai,<br />
Kita mendapat pertemanan dengan memberikan perhatian dan rasa ini,<br />
Kita melepaskan ke-kita-an, karena hanya ada Yang Satu di dunia sana dan kini.</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bisma.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bisma.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bisma.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bisma.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bisma.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bisma.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bisma.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bisma.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bisma.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bisma.wordpress.com/339/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bisma.wordpress.com&blog=807127&post=339&subd=bisma&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bisma.wordpress.com/2009/04/02/darimana-kebencian-itu-berasal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be96dac39e430e30d61505bbd2a3aaf9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bisma</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>