Dua buku, dua sisi dunia dalam satu warna

Itulah kesan yang muncul saat membaca buku “Recto Verso” (Dewi Lestari) dan “The Book of Hints” (Ines Somellara, Felia Salim dan Desi Harahap). Apakah kesan itu muncul karena saya membacanya hampir di saat yang bersamaan? Entahlah. Tapi marilah kita melihat lebih dekat kedua buku itu. Yuk, mareee….

Dalam wadah fisiknya, kedua buku ini menarik, mirip dan sekaligus beroposisi. Menarik dan mirip karena keduanya memakai pendekatan yang tidak biasa dalam design-nya. Keduanya tidak hanya menampilkan kumpulan teks, tapi juga sangat memperhatikan dan menampilkan foto-foto yang tidak hanya berfungsi sebagai ilustrasi tetapi juga – dalam batasan tertentu – sebagai obyek yang bisa bercerita sendiri. Oposisi, karena ada perbedaan karakter: buku Dee terkesan compact, lengkap dan solid dengan penjilidan dan pemilihan kertas yang berkesan ‘keras’ dan ‘berteriak’. Buku “the Hints” merupakan refleksi terbaliknya: sangat soft dengan pemilihan font, penjilidan, kertas serta tata letak yang tidak menimbulkan iritasi di tangan dan mata.

Dalam hal tema dan teks, jelas keduanya berbeda. Tema Dee adalah cerita personal yang terangkai dalam 11 kisah indah. Tema Ines dan kawan-kawan adalah tentang tranformasi diri dan Cinta melalui Yoga. (Harap dilihat bahwa C-nya besar yah).

Percobaan yang dilakukan oleh Dee, bukanlah yang pertama dalam jagad penerbitan di Indonesia. Beberapa tahun yang lalu, penerbit AVATAR pernah mengeluarkan buku kolaboratir dari Haris Khaseli (music), Eunice Nuh Tantero (Stories) dan Stephani (Illustration) berjudul Secangkir Kopi Hitam. Saya kira mediasi Yoga sebagai sebuah ‘jalan spiritual’ juga bukanlah percobaan pertama di dunia perbukuan.

Tapi biarpun berbeda dalam begitu banyak sisi, karena keduanya beranjak dari mata perempuan, maka selalu ada ‘warna’ yang sama. Keduanya sama bercerita tentang kepingan-kepingan cerita yang berserak di kehidupan pribadi. Karenanya, karya-karya ini mengandung beberapa sisi yang sangat personal. Cerita “Grow a day older” saya rasa membuat kita tersenyum kecil melihat bagaimana Dee men-share sesuatu antara dia dengan Reza. Ines dalam tajuk Hints yang berjudu EGP membawa saya melihat kesemerawutan Jakarta dengan kacamata yang berbeda.

Last but not least, keduanya membawa kehangatan buat jiwa saya. Dan saya rasa ini adalah bacaan yang menghibur sekaligus ‘mencerahkan’ bagi Anda juga. Setuju?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s