DARIMANA KEBENCIAN ITU BERASAL?

Seseorang mengirimkan sebuah SMS singkat kepada saya hari itu. Awalnya, saya tidak terlalu “ngeh” dengan permasalahan yang dia ungkapkan. Dia sedang mengalami “puting beliung” emosi dan rasanya sukar untuk mencerna ‘jebolan’ emosi yang dia tumpahkan pada saya. Tetapi akhirnya, saya mengerti bahwa ia sedang merasakan kebencian yang sangat kuat kepada seseorang. Kebencian yang berasal dari masa lalu. Sebuah rasa sakit yang telah digoreskan oleh seseorang yang begitu dekat dengannya. Dan menggelegar saat ini. Sebuah emosi yang ia tahu tidak sehat, tetapi tidak bisa dirubah sendiri olehnya.

Inilah sekeping refleksi saya tentang hal itu :
Jika ditanya darimana kebencian itu berasal. Bukankah jawabannya mudah saja? Darimu. Kebencian adalah apimu. Yang membakar dirimu dan orang di sekitarmu. Bahkan orang-orang yang kau sayangi. Api ini membakar semuanya menjadi abu. Dan bahan bakar utamanya adalah rasa egoistismu yang hanya melihat pada perbedaan dan bukan pada persamaan yang ada di antara semua dan Semesta.

Semakin besar tingkat keterpisahanmu dengan Semesta (bisa diterjemahkan juga dengan Tuhan), semakin dalam dan luas kebencian itu. Penyebabnya adalah sebuah konsepsi yang salah tentang dirimu. Dirimu, bukanlah sebuah entitas mandiri yang mempunyai relatif keberjarakan dengan sesama. Tidak. Dirimu adalah diriku, dirinya dan juga semesta. Ada sebuah benang laba-laba tak kasat mata yang menghubungkan kita semua. Benang itulah yang kerap dinamakan Cinta. Karenanya, jika kau sakit, bukankah dia juga merasakannya? Bukankah ia juga – sama seperti dirimu – sedang berjuang untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang sama?

Kebencian, kesedihan, kegembiraan, semangat, cinta dan airmata semua berasal darimu. Engkau yang memberi makna bagi berbagai hal yang terjadi di dalam dirimu. Dalam hatimu, Semesta bercermin. Dan apa yang akan dilihat-Nya? Sebuah semesta lain dimana Cinta mendapat penolakan. Sebuah semesta dimana Cinta tidak mendapat ruang dan waktu yang sewajarnya. Semua tampak begitu suram, gelap dan mengerikan.

Di lain sisi, kebencian juga berasal dari perasaan adanya kekurangan. Perasaan bahwa orang lain tidak menganggap dan tidak memberikan berbagai keistimewaan yang seharusnya kau terima. Kecewa terhadap hal ini, kau membenci. Sama seperti kebencian Kabil terhadap Habil karena merasa Adam AS sebaiknya lebih mengistimewakannya .

Pada akhirnya, engkau tidak dapat melarikan diri dari dirimu. Karena itu, berubahlah. Lihatlah dengan hatimu bahwa Tuhan mempunyai rencana yang lebih luas dari apa yang kau kira. Sesuatu yang menurut kita musibah hari ini, boleh jadi menjadi sumber hikmah dan pertolongan di masa depan. Kita tidak pernah tahu. Dan dalam ketidaktahuan itu kita berlindung. Kita percaya bahwa hanya Dia yang mengetahui apa yang ada di belakang dan di depan kita. Dan Dia sungguh mengetahui kondisi dan apa yang paling dibutuhkan olehmu saat ini.

Tahukah, jalan hidup seorang manusia bernama Muhammad? Ia ditinggal pergi oleh semua yang melindungi dan mencintainya. Kedua orangtuanya, bahkan paman dan isteri yang dicintai. Betapa sulit dan menyakitkan itu semua. Tetapi apakah ia berpaling dari-Nya? Tidak. Semua itu menambah tebal keimanan dan ketegaran dirinya. Ada kata-kata hikmah yang menjelaskan itu: “Tanda bahwa Rasulullah ditinggal oleh orang-orang yang dekat dengannya, adalah agar ia dididik langsung oleh-Nya”.

Egoisme, kebencian dan rasa penting diri hanya bisa dihadapi dengan ego yang sehat, pemaafan dan kerendahan hati. Tutuplah masa lalu. Nikmatilah hari ini. Karena engkau berhak untuk berbahagia. Dan karena hanya hari inilah yang kita punya. Masa lalu hanya mimpi. Dan masa depan hanyalah sesuatu yang tak pasti. Genggam erat hari ini. Dan tersenyumlah.

Kita mendapat kebahagiaan dengan memberikan kerja keras hari ini,
Kita mendapat senyum orang lain dengan memberi senyum yang kita punyai,
Kita mendapat pertemanan dengan memberikan perhatian dan rasa ini,
Kita melepaskan ke-kita-an, karena hanya ada Yang Satu di dunia sana dan kini.

Iklan

42 thoughts on “DARIMANA KEBENCIAN ITU BERASAL?

  1. Bang… isinya bagus. tapi saya mau tanya. bagaimana kalau bukan kita yang sedang membenci, tapi kitalah yang sedang di benci oleh seseorang yang kita rasa kita pernah sempat saling bersahabat? padahal kita sudah meminta maaf dengan berbagai cara, tapi dia begitu mengacuhkan kita, seolah2 dia merasa jijik melihat kita? tapi sejujurnya kita tak pernah membencinya, karena kita tau itu semua karena kesalahan kita?

    • Terimakasih, dik atas pujiannya…..aneh ya, saya baru merasakan hal yang serupa beberapa hari yang lalu…tapi bedanya, saya akhirnya dimaafkan. Saya cuma bisa ngasih opini…(bukan nasehat ya…wuih, itu mah kejauhan)….bahwa sebenarnya kita juga harus memfokuskan kata maaf ini ke diri kita sendiri. Artinya, kita harus memaafkan diri sendiri sebelum memaafkan orang lain (forgive yourself, first before others). Jadi kalau akhirnya kita sudah berusaha sekuat tenaga tapi kata maaf itu tidak datang juga….yah, berdoalah. Mudah-mudahan di masa depan, dia memberikan kata maaf itu padamu. Kita tak pernah tahu masa depan itu seperti apa. Tetapi yang lebih baik adalah memberi tanpa terlalu banyak berharap. Berikan maafmu pada dirimu, padanya dan tutuplah lembaran masa lalu itu….Mata diciptakan di depan untuk melihat ke depan dan bukan untuk mengingat hal-hal yang telah lalu….

  2. saya seorang yg memliki rasa bnci yg sngt besar terhadap org yg dlu pernah singgah d hati .
    smakin hari rasa benci itu besar kpada nya.
    seorang wanita yg tidak bisa mengerti ketulusan dan kesetian seorang pria,

  3. Kebencian merupakan sebuah emosi yang sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, permusuhan, atau antipati untuk seseorang, sebuah hal, barang, atau fenomena. Hal ini juga merupakan sebuah keinginan untuk, menghindari, menghancurkan atau menghilangkannya.
    **
    sekedar share :
    Suatu ketika, saya menghadapi situasi ketika perasaan benci begitu meluap-luap dalam hati saya.  Suatu keadaan dimana emosi dan pikiran saya serasa mendidih,terkekang, dan meluap-luap tiap kali rasa benci itu muncul. Tentunya ada sebab dan alasan yang menjadikan saya begitu benci terhadapnya.
    dan ternyata akhir dari rasa benci itu bukanlah kebahagiaan/ketenangan, justru akan menambah beban, semakin dipikirkan malah makin sakit.
    maka, berilah maaf kepada siapapun yang pernah kita benci, dengan memberi maaf dan mengingat kebaikan yang pernah dia berikan pada kita, hidup kita akan jauh lebih “plong”.
    *terlebih setelah membaca tulisan di blog ini, sangat menyentuh, ya…Kebencian, kesedihan, kegembiraan, semangat, cinta dan airmata semua berasal dari diri kita sendiri.

  4. buat alifa : aku setuju banget! apa yang kamu alami itu juga pernah aku alami ya, hidup kita jauh lebih plong ketika memaafkan daripada membencinya seumur hidup kita

  5. Slam knal,
    terima ksih dg tulisan mr bisma q isa mgerti,
    bleh ga q sering2 mampir d’blog niy..minta almat na yA..
    Tlsan mr mengingtkan dg bunda terRy,.wassalm

  6. cocok banget ma yg gue rasain bro…
    gue ngrasain itu semua, persis plek ma yg ditulis dsitu..
    thx..

    gue harap gue bisa berubah buat org2 d sekitar gue, bwt org yg cinta gue dan gue cintain… 🙂

  7. aku takk pernahh percaya dengan takdir hidupkuh selalu dekat ddengan kegelapan bahkan dari aku kecil berbagai hinaan , kekerasan, permasalahan hingga hilangnya shabat terbaikku dan juga teman-temanku. Aku udah lama Menghilang dari dunia . Senyuman palsu menutupi hariku rasa kesepian selalu terasa hingga aku terbiasa tersenyum setiap ada permasalahan tapi apa ku dapat hanya cacian kebaikanku yang selalu ingin menolong di salah gunakan oleh seseorang aku ingin jadi pahlawan tap tak bisa aq bahkan tak bisa melindungi diriku aku hanyalah orang bodoh dari lahir pintu terang dari dulu hingga sekarang lamanya selaluku tunggu tapi tak pernah datang hati bimbang dan ragu apa ada cahaya kebenaran itu atau harapan itu kini ku sadar kalaw kamu inggin bahagia jangan bisanya hanya memohon saja tanpa lakukan sesuatu kalau kau ingin mendapatkan kebahigian bukalah pintu itu dengan kerja keras tanganmu sendiri aku tak pernah berhasil walaupun aku terus mencoba mereka tak berhenti datang permasalahan seandainya aku lebih kuat !!!!!

  8. aku selalu membencinya bukan hanya dari masa lalu tapi sekarang dan masa depan terbukti dari dia yang mengakibatkan terjadinya perang saudara hingga putus persaudaraan suatu ketika ketika keluarga saya bertemu dengannya dia seenaknya mencaci maki ayah dan ibuku membuat ku semakin membencinya hingga inggin membunuhnya dia memang buakan saudaraku lagi sampai berani berbuat seperti itu sama ayah dan ibuku pada saat upacara keagamaan lagi aku benar- benar membenci dari dulu dari aku kecil hingga sekarang aku takan pernah memaafkannya dialah orang yang seenaknya berpikir sok dewasa padahal sifat masih anak kecil dialah orang yang merusak hubungan persaudaraan dengan kedua belah pihak yang selalu menggunakan emosinya dari pada akalnya ayahku bahkan pamanku dari permasalahan kecil hingga menjadi besar

    BAYANGKAN APA YANG KALIAN LAKUKAN KALAU ADA DI AKU ????

  9. bang saya mw tanya gmna law dia yg membenci saya dan saya sudah memaafkan dia tp semua pemberian dia ke saya d’ambil’na semua dan dia menjahat kan saya dan keluarga saya dia yg memutuskan tali silaturahim ..
    gitu bang jd gmna ..
    statuz yg baguz buat dia ..
    tlong ya bang kasih saya saran gmna bagus’na …
    thankz yach sbLum’na ///

    • ….memaafkan adalah satu hal. Tetapi berusaha untuk membentengi diri dari tingkahlaku negatif dari orang lain adalah hal yang lain. Selanjutnya, menurut saya, anda harus bisa tegas kepadanya dan menutup pintu masa lalu tersebut. Hidup masih panjang, ayo tatap saja masa depan…

  10. BENCI..tulah slh satu warna kehdpn yg tak akan hilang sampai dunia ini tak berpenghuni..
    TUHAN slalu menguji kita utk mengalami apa itu KEBENCIAN bhkn DENDAM..
    Kita diuji bgmn bs mengalahkan RASA itu..mmg tak gampang jk
    KEIMANAN kita diuji..
    Utk itulah TUHAN memberi KITA byk PILIHAN yg lain..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s