TREND BARU PARTISIPASI POLITIK DI INDONESIA

Penggunan situs Facebook sebagai basis penggalangan dukungan terhadap sebuah gerakan social telah memperlihatkan adanya fenomena baru dalam politik Indonesia. Media facebook yang semula, murni besifat non-partisipan (hanya situs social) telah berubah oleh aktivitas member-nya yang mulai menyeretnya ke ranah politik. Tindakan ini tidak berbeda dengan tindakan Barrack Obama dalam kampanye-nya, misalnya. Tapi berbeda dengan AS, di Indonesia, inisiator gerakan ini dimulai dari orang-orang biasa yang “gemas” dengan perkembangan politik di Indonesia.

Masyarakat, menurut Arthur F. Bentley (the Process of Government,1908), terdiri dari kelompok-kelompok yang saling memiliki kepentingan yang berbeda. Karena perbedaan ini, maka masyarakat selalu berada pada titik tegangan antara consensus dan dis-sensus. Dalam rangka pencapaian equilibrium di dalam masyarakat, maka kelompok-kelompok saling bersaing dalam rangka memperbesar fluiditas dan akuntabilitas kekuatan politiknya. Di titik inilah, media berada. Ia memegang peranan dalam rangka memperbesar, mempersempit dan bahkan menghilangkan akuntabilitas politis sebuah kelompok. Partisipasi sebuah kelompok dalam sebuah proses politik, ditentukan oleh ada tidaknya media yang sanggup mem-back-up pandangan serta opini-opini yang diberikannya.

Dalam sebuah masyarakat non-demokratis/a-demokratis, proses politik hanya menjadi milik sekelompok elit. Karena hal itu, timbul semacam apatisme di kalangan masyarakat. Muncul anggapan bahwa “politik hanyalah urusan mereka yang punya kuasa atau uang saja”. Tetapi seiring dengan membesarnya kalangan menengah di sebuah Negara, muncul opini bahwa masyarakat juga harus berani menjadi bagian dari perubahan dan politik yang ada. Gerakan reformasi di Indonesia tahun 1998, tragedi Tiananmen, revolusi Iran merupakan bukti dari asumsi ini.

Karenanya, penggunaan situs Facebook haruslah dibaca sebagai upaya beralihnya kekuasaan politik dari tangan elit kepada masyarakat. Partisipasi politik yang seringkali terhambat oleh perilaku actor-aktor politik real, mendapatkan celah penyaluran di dunia maya. Ini, menurut saya, sah-sah saja. Justru ini menjadi bukti bahwa kalangan menengah di Indonesia (baca: mereka yang menjadi user Facebook dan melek internet ini) telah mulai menjadi kelompok kritis yang berupaya mandiri dan mempunyai kontribusi terhadap perubahan. VIVA FACEBOOK! VIVA DEMOCRAZY!

Iklan

One thought on “TREND BARU PARTISIPASI POLITIK DI INDONESIA

  1. membangun kemerdekaan di indonesia belum terwujud sepenuhnya.
    legitimasinya adalah kepercayaan masih banyak terkangkangi.
    artinya distribusi yg dihasilkan dari hubungan sosial antara pilar pilar penguasa di indonesia sprti kaum eksekutif. Yudikatif. legislatif
    lebih dominan
    sehingga kaum ekonom slalu tertinggal oleh kepentingan pilar pilar penguasa di indonesia.
    (trimaksh ats kesempatannya,apabila banyak kesalahan hrap di maafkan)
    wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s