KESALAHAN

Tulisan ini saya buat setelah dengan lelah menonton kegiatan pansus DPR berkait dengan dana Bank Century beberapa hari ini. Untuk sebuah “pertunjukan” di panggung politik negeri ini, acara tersebut telah -dengan sukses- mengalihkan perhatian publik dari gegap gempitanya infotaintment serta sinetron. Mengapa? Karena kesemua unsur dari infotaintment dan sinetron, sudah ada di sana: sensasi, gosip, intrik serta kelucuan-kelucuan yang terkadang bikin miris di hati.

Lalu, setelah berdiam, saya mencoba merefleksikan kesemua kejadian itu. Dan inilah sedikit refleksi yang bisa saya tumpahkan di halaman blog ini:

Apa sih pekerjaan paling gampang di dunia? Nyalahin orang lain. Padahal, di mana-mana juga orang tahu, kalau kita menunjuk seseorang….satu jari menunjuk orang lain, tiga jari lainnya menunjuk ke kita sendiri, kan? Artinya apa? Yah, artinya (sebenarnya) kita juga punya andil dalam kesalahan tersebut….hehehe….

Siapapun tidak akan suka disalahkan. Buat manusia biasa yang punya ego, kita pasti merasa kesal jika disalahkan. Apalagi kalau kita merasa bahwa kita nggak punya salah. Herrrgggghhh…..pasti kita akan berapi-api ingin melabrak orang yang bersangkutan….Sabar, sabar…tarik nafas dalam-dalam, lalu hembuskan…..tapi jangan lewat belakang yah….hahaha…

Kesalahan adalah hal biasa buat manusia. Ya iyalah masak ya iya dong…, orang kita mahluk yang penuh dengan alpa dan kelemahan. Tapi kadang-kadang kita punya ego yang asoy: kita ini sempurna, yang lain…meneketehe. Karena itu perlu keberanian untuk melihat ke dalam diri kita masing-masing bahwa kita juga pernah salah, alpa dan bikin malapetaka.

Tapi kebanyakan dari kita, susah untuk melakukan itu. Pada saat sesuatu terjadi, focus kita biasanya beralih ke orang lain dan bukan ke pribadi. Padahal it takes two for something to happen: satu orang melakukan sesuatu, satu orang menilainya. Jadi kalau kita melihat banyak sekali yang salah di sekitar kita….wah, jangan-jangan kita mesti mawas diri: jangan-jangan cara kita melihat situasi yang perlu dibenerin.

Kesalahan adalah sesuatu yang manusiawi. Dan manusiawi juga bagi kita untuk mencoba memperbaikinya. Paling nggak mulai dari memandang bahwa pasti ada hikmah di balik peristiwa tersebut. Dan itu menjadi bekal bagi kita sendiri di masa datang.

Yang menang bukan selalu yang kuat. Tapi yang kuat-lah yang akan menang. Semoga kita semua jadi pemenang…

Iklan

4 thoughts on “KESALAHAN

  1. manusia tempatnya salah. manusia bersifat lemah dan selalu membutuhkan, saling tergantung satu sama lain. berapapun orang berkumpul tidak akan menjadi sempurna, karena sudah darisananya lemah dan tempatnya salah.
    manusia sadar akan hal ini tapi sombong. tetap aja dia membuat aturan kehidupan yang dirinya sendiri tidak tahu.

  2. Cara termudah dan terlazim yang dilakukan manusia untuk coping atau mengatasi sesuatu adalah dengan melemparkan tanggung jawab pada orang lain. Daya lenting dan konsep diri (self concept) seseorang yang akan membedakan perlakuan pada sebuah masalah dan tanggung jawab. Khusus untuk pansus century memang bisa dikaji secara akademis kalau sebenarnya konsep diri wakil kita di pansus tersebut masih begitu lemah, karena ketidakpahaman tentang konsep diri akhirnya muncul perilaku yang ingin menjadi dominan, ingin terlihat sebagai “seseorang” yang lebih dibanding orang lain. Dalam bentuk perilaku ya seperti yang bapak sampaikan, mirip sinetron….sepertinya sutradara seperti hanung pun ga akan anggup bikin karya sinematografi seperti pansus, hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s