MIDNIGHT EPISODE

Maka takkala malam datang

Dan jejari gerimis merengkuh kota,

Kata yang telah seharian ditahannya itu pun merembes keluar

Menetesi  pikiran dingin pasangannya

Dan mengalirkan kesedihan dari sudut-sudut hatinya

Kata-kata perempuan itu berkelana

Menjelma jadi album hidup yang punya banyak warna.

Diiringi isak, ia mengurai berbagai beban dalam hatinya yang gulana.

Dan laki-laki itu tenggelam

Dalam pikirannya sendiri.

Ia hanya bisa diam.

Menyimpan perih asanya dalam sebuah ruang gelap nan sunyi.

Di hati.

Malam semakin larut di luar.

Tinggal lampu jalan yang bertahan di kegelapan.

Kunang-kunang  dan  mimpi telah berserabutan keluar.

Lelah dan pasrah telah mengendap di dekapan.

Lalu diam-diam takkala perempuan itu tertidur

Laki-laki itu mengusap mukanya yang memucat.

Gurat-guratan yang menyiratkan berlalunya waktu.

Sembari memeluk tubuhnya, ia pun mendesahkan

Sebuah kebijaksanaan yang diambilnya dari sebuah lagu:

“Tak ada sesuatu pun yang abadi.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s