PAGI


Tak banyak yang bisa dilihatnya dari balik jendela itu. Hanya daun-daun kering yang berguguran. Dan burung-burung yang gagal untuk singgah sebentar. Jalanan masih lenggang terendam dingin. Seorang bapak tua sedang menyapu di sebuah pojok bangunan kota.  Sendiri, pagi ini.

Lalu rintik datang sekejap untuk menyapa. Ia tidak tahu pesan apa lagi yang dibawa oleh angin utara itu. Mungkin ada serpihan cerita yang terbawa. Tapi ia tidak ingin berhenti untuk mencoba mengerti. Bayangan demi bayangan tertinggal di belakangnya. Tangannya serasa membeku di kemudi ini. Suara seorang wanita mengelus telinganya. Denting piano dan sebuah saxaphone. “It’s  a wonderful world”, desahnya.

Ia tiba di tujuannya, rutinitas biasa di awal hari. Ia menyapa punggung bangunan serta angin kelabu di cakrawala. Ada sedikit asa yang tersisih hari ini. Dan ingatan rapuh tentang malam lalu. Yang dibawa di sakunya hari ini. Segenggam asa yang disimpannya. Hingga siang menjelang. Ia menghela nafas. Taburan ingatan warna warni sedang bermain di kepalanya pagi itu. Sesaat, ia tersenyum. Sebelum seduhan coklat panas meluncur pelan di sela hatinya. Di sela harinya. Pagi ini.

Image from google

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s