KERJA YANG PALING BAIK ITU….


“Pak, saya kira-kira cocok kerja jadi apa ya nantinya?”

Pertanyaan itu terucap dari mulut salah seorang mahasiswa saya yang sebentar lagi sidang sarjana. Kalimat itu membuat saya tertegun. Pertanyaan itu muncul, menurut saya, karena ketidaksiapan dirinya menghadapi masa depan. Masa depan memang sesuatu yang serba tidak pasti, misterius dan bahkan – menurut beberapa orang – menakutkan.

Masa depan adalah sesuatu yang tidak pasti, yang mengandung probabilitas besar dalam dirinya. Probabilitas ini mengandaikan berbagai variabel di dalamnya yang tak dapat diramalkan. Karenanya ia menjadi sesuatu yang misterius, sesuatu yang dekat tapi tak dapat diketahui, dipetakan dan dipastikan. Nah, bagi yang menuntut adanya kepastian dalam hidupnya, ketidakpastian ini pastilah sesuatu yang menakutkan. Takut karena kita merasa akan terdampar dalam ranah yang tak berpeta, yang tak dikenal dan tak berkawan.

Benarkah?

Hidup adalah sebuah kontinuitas perubahan. Perubahan yang tidak dapat kita ramalkan arah bergulirnya. Perubahan mengandaikan akhir dari sesuatu, tapi sekaligus awal bagi sesuatu yang baru. Pagi hadir menggantikan malam. Siang menggantikan pagi dan seterusnya. Bahkan kematian, sejatinya bukanlah sebuah akhir tapi merupakan awal bagi perjalanan ruh yang terjadi tanpa batasan fisik. Karenanya, meskipun ketakutan akan perubahan adalah sesuatu yang sangat manusiawi, tapi sejatinya ia adalah sesuatu yang alamiah bahkan natural.

Oke, mari kita balik kembali ke pertanyaan tadi. Ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan sebelum kita memulai menginjakkan kaki ke dunia kerja:

  1. Kenalilah diri Anda. Dengan mengenal diri dengan baik, maka kita akan mengenal mana kelebihan dan kekurangan kita. Hal ini tentu akan memudahkan dalam memilih kerja mana yang cocok dengan Anda. Jika Anda lemah dalam menghitung, kerja sebagai akuntan sebaiknya dihindari. Atau jika Anda lihai dalam membuat networking sosial, pekerjaan yang mengharuskan Anda berada di belakang meja sebaiknya tidak Anda ambil.
  2. Kenalilah passion Anda. Karir bukanlah passion Anda, kata seorang pakar. Artinya bahwa pekerjaan yang dikerjakan Anda belum tentu membuat Anda termotivasi, berinovasi dan bersemangat dalam menjalankannya. Bagi sebagian besar orang, kerja hanya sekedar sarana untuk mendapatkan penghasilan dan mencari kesibukan. Idealnya, tentu bukan seperti itu. Carilah kerja yang membuat Anda merasa bersyukur dan bersemangat untuk menjalaninya dari hari ke hari.
  3. Kenalilah perusahaan/tempat Anda melamar. Pekerjaan menghabiskan sekitar 8 jam dari waktu Anda setiap harinya. Karenanya, tanpa adanya chemistry yang baik antara Anda dan tempat Anda bekerja, 8 jam akan terasa sebagai sesuatu yang sangat lamaaaa…

Saran diatas berguna untuk menyiapkan jalan bagi unknown teritory di masa depan Anda. Ia bisa bertindak sebgai kompas untuk menunjukkan pada Anda apakah langkah Anda sudah tepat atau belum.

Nah, untuk bekalnya, inilah sedikit masukan untuk Anda:

Perubahan adalah suatu keniscayaan dalam hidup. Dalam setiap perubahan, terdapat saat dimana ketidakpastian muncul. Ini terkadang menimbulkan ketakutan dalam hati kita. Takut, karena kita tidak tahu apa yang akan menunggu kita di masa depan itu.

Tetapi bukankah ada Dia yang menjadi penopang hidup kita? Bukankah Dia tidak menciptakan Anda hanya sekedar untuk iseng atau bermain-main belaka? Serahkan hati Anda pada-Nya dan berjalanlah dengan sepenuh hati karena Dia akan selalu melindungi Anda…

Pekerjaan adalah salah satu ibadah. Ia juga merupakan sarana dalam mencari sebab dan tujuan hidup yang harus kita genapkan dalam perjalanan kita di dunia ini. Sebab dari kejadian Anda adalah satu, tetapi tujuan yang harus Anda genapi berbeda karena keunikan dari masing-masing ciptaan-Nya.

Ada bermacam tujuan hidup yang mungkin bisa Anda simpulkan dalam hidup Anda mendatang. Mungkin Anda ditakdirkan untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses, seorang profesional kondang, menjadi pengajar, guru, dosen ataupun sebagai ibu dari anak-anak yang unggul. Anda bisa saja menjadi apa pun karena posibilitas itu ada dan tak terhitung dalam diri Anda. Tetapi satu hal yang pasti adalah Anda hadir di dunia ini untuk menjadi rahmah untuk keseluruhan (“Dan tidaklah Kami mengutusmu kecuali untuk menjadi rahmah semesta alam”- Quran). Nah, niatkanlah bahwa hidup Anda, pekerjaan Anda, keluarga Anda dan apa pun yang Anda perbuat dan katakan itu menjadi cerminan dari rahmat-Nya kepada sesama, kepada kehidupan di dunia ini.

Oya, dan jangan lupa bahwa hidup itu selalu bergerak dari baik, menjadi lebih baik hingga akhirnya mencapai yang terbaik.

Selamat berusaha menjadi cermin terbaik dari rahmah-Nya!

Image taken from http://www.pkwallpapers.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s