CATATAN DI SEPOTONG SENJA…

Apa sih yang kamu lihat di senja itu? Aku tak pernah benar-benar mengerti alasanmu begitu mencintainya. Setiap kali senja datang, perempuan itu akan berhenti menyeruput lemon ice-nya. Lalu ia akan mengarahkan pandangannya ke senja itu.

Ia hapal sekali kebiasaan perempuan itu. Seperti juga kebiasaannya untuk memilih tempat duduk yang bersebelahan dengan kaca-kaca ini. Awalnya ia merasa aneh juga. Tapi ia cepat mengerti. Hanya dari sini sang perempuan tadi bisa melihat senja yang datang di sela-sela gedung perkantoran ini. Senja yang lembut dan misterius. Sebagaimana juga perempuan itu.

Selalu hadir di cafe ini di jam-jam tertentu. Memilih tempat duduk yang sama. Lalu memesan makanan serta minuman kecil. Sibuk dengan tablet di hadapannya. Dan di sela bayang orang yang berganti-ganti, ia tetap di sana. Melepaskan diri dalam kesendiriannya. Terlepas dalam dunianya sendiri.

Lalu takala senja datang. Ia akan berhenti menatap layar tablet di hadapannya. Matanya akan menatap senja di luar kaca ini. Lalu, perlahan ia akan “meleleh dalam waktu”. Perlahan, namun pasti. Hingga akhirnya senja hilang. Dan malam datang menggantikannya. Seutuhnya…

Sumber foto dari sini

lady waiting

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s