Coaching

Saya bertemu dengan wanita luar biasa ini saat saya menginjak bangku sekolah dasar. Ia adalah teman ibu saya yang saat itu masih bekerja di salah satu perusahaan minyak mulitinasional.  Saya tidak begitu memperhatikannya waktu itu. Ia adalah salah satu wajah dari deretan panjang teman-teman kantor ibu. Biarpun dia bule, tapi hal itu tidak terlalu membekaskan kesan yang terlalu dalam untuk saya…

Tetapi pertemanan dan hubungan kerja yang berlangsung bertahun-tahun membuat hubungan ini semakin dalam. Dan akhirnya, ia bukan saja menjadi teman tapi lebih sebagai saudara. Saya lebih merasa ia sebagai tante saya dari negeri seberang…hehehe (keGR-an kali yah?).

Lois Frankel di BP, Jakarta

Namanya Lois P. Frankel. Ia adalah seorang pembicara dan konsultan SDM ternama. Beberapa bukunya telah diterjemahkan oleh Gramedia ke bahasa Indonesia: Why Nice Girl Doesn’t Get the Corner Office, See Jane Lead, dll. Perusahaannya Corporate Coaching International mempunyai klien-klien besar seperti Walt Disney, British Petroleum dan sebagainya. Singkatnya, sosoknya adalah sebuah contoh kesuksesan.

Tapi saya tidak ingin berlama-lama bercerita tentangnya. Posting kali ini bukanlah upaya mempromosikan dirinya. Jika ingin tahu lebih mendalam tentangnya, silahkan lihat di sini.

Saya hanya ingin mengungkapkan apa yang saya dapat ketika ia berkunjung ke Indonesia beberapa bulan lalu. Dengannya, saya mendapat pelajaran berharga tentang sesuatu yang disebut Coaching.

Saat ini perusahaan senang sekali mengikutsertakan pegawainya dalam berbagai training maupun workshop agar kinerja dan kualitas SDM perusahaan meningkat. Namun perubahan yang terjadi dalam perusahaan sangat bersifat sedikit dan relatif singkat. Mengapa?

Baca lebih lanjut

Iklan