THE SINGAPORE TRIP

“Small is beautiful” – E.F. Schumpeter

Resize 1

Prinsip seperti itulah yang diamini oleh para petinggi dan pembuat kebijakan di negeri Singapura. Bermula dari kedatangan untuk beranjangsana atas undangan saudara, saya plus anak dan Eyang Ti pun menginjakkan kaki lagi di Changi Airport. Meski dekat secara geografis, pengalaman untuk menjelajah Singapura sangatlah menarik.

Baca lebih lanjut

Jalan-jalan ke Kickfest 2008

helarfest08

Logo resmi Helar Festival Bandung 2008

Logo resmi Helar Festival Bandung 2008

Hari Jumat yang terasa sedang panasnya. Di tengah-tengah lapangan Sabuga yang disulap menjadi lautan tenda berisi distro-distro. Di ujung depan ada sebentuk panggung yang sedang memperdengarkan musik-musik indie. Di ujung belakang ada sebentuk stand unik milik Airplane System. Di belakangnya lagi ada mobil musik Sonny Ericsson dengan SPG yang cantik-cantik sedang berfoto ria. Di tengah-tengah, arus anak muda yang datang dengan teman, pacar, ibu-nya. Puadat….(soalnya ada beberapa stand yang ngasih diskon….hhh..jadi laper mata euy).

Kickfest adalah sebuah acara dalam rangkaian event yang bertajuk Helar Festival Bandung 2008. Sebagai event yang diklaim sebagai THE BIGGEST LOCAL CLOTHING EXPO, Kickfest menampilkan rangkaian distro yang tak berasal dari Bandung saja, tetapi juga Yogya, Lampung, Makassar dan lainnya. Tidak hanya itu sih, di sudut panggung ada rangkaian toko buku (Omnium), Komik dan Fast Forward Record. Dan di jalan menuju kedalamnya Anda bisa liat rangkaian stand Ripple, Common Room, Artpolis ITB, Jendela Ide, dll.

Helar Festival Bandung sendiri merupakan ajang gila-gilaan buatan teman-teman Bandung yang bernaung di bawah Bandung Creative City Forum. Sst…Bandung kan sudah terpilih sebagai kota percontohan untuk kreativitas se-Asia Timur loh di Yokohama. Jadi, bulan Juli, Agustus sampe September ini Bandung menjadi tempat berbagai aktivitas dan program yang bertujuan untuk memperlihatkan potensi Bandung sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif.

Hal ini menyentak saya, karena di tengah-tengah himpitan ekonomi akibat kenaikan BBM dan berbagai harga, kaum muda nan kreatif di Bandung MENOLAK untuk menyerah. Lebih jauh, saya jadi berpikir apa yang kira-kira bisa disumbang oleh Subang sebagai daerah tetangga Bandung untuk ikut dalam arus ekonomi kreatif ini…Hmm, any thoughts, anyone?…

Pengalaman jalan-jalan ke Turki (3): Turkish Food

Salah satu hal yang membuat kangen pada Turki adalah hidangannya.

Sebagai negara penghasil gandum ternama, makanan utama Turki adalah roti. Tapi di sana masih ada nasi kok. Jadi yang perut-nya 100% Indonesian, masih bisa kok hidup di sana (walaupun harus jeli cari-cari restaurant-nya).

Menu utama dari hidangan mereka adalah daging. Hmm…so, for all meat lovers out there, this is your heaven. Ini terutama terlihat dari adanya berbagai macam kebab di menu restauran mereka. Walaupun ada beberapa variasi kebab, iskandar kebab dan doner kebab merupakan hidangan yang saya rekomendasikan. Tentu, setiap restauran mempunyai kekhasan masing-masing. Jadi mungkin ada baiknya kalau Anda menanyakannya.

Kedua, yoghurt. Mmh, enak, enak, enak. Sebagian masakan mereka soalnya lebih terasa mak-nyus di lidah jika ditambahkan yoghurt. Jadi cobain deh. Dan kalau Anda berkesempatan jalan-jalan di Istiqlal Street, cobain deh es krim yang ada di sebuah pengkolan toko di sana. Lain banget sama es krim Indonesia. Kayak ada aroma lain dan lebih elastis….(loh, emangnya plastik?hehe).

O,ya. Minuman terfavorit mereka setelah makan biasanya adalah cai, or yang kita sebut teh. Bir cai (satu teh) bisa diminta untuk mengakhiri acara makan-makan Anda. Dan karena gelas teh-nya kecil, Anda bisa menghabiskan bergelas-gelas sebelum small talks di meja makan berakhir. Jika Anda bosan dengan rasa teh yang pekat, pesan saja apple tea. Ini teh yang rasa-nya lebih ringan daripada teh biasa. Biasanya setelah beberapa hari jalan-jalan di Turki, mulai rada-rada bosen dengan teh…jadi harus switch on to mineral water aja deh…hehehe.

Sejarah masakan Turki berpuncak pada dinasti Ottoman (1453-1909). Karena keluasan wilayah kerajaan Ottoman, masakan Turki menyebar ke berbagai daerah Timur Tengah dan Eropa Timur. Jadi kalau Anda pernah icip-icip masakan dari kedua daerah tersebut, sebagian dari menu utama mereka terpengaruh oleh Turki.

Jadi kalau Anda berkesempatan jalan-jalan ke Turki, manjakanlah mata dan lidah Anda sekaligus. Dan jangan lupa ucapkan Tasyakur (terimakasih) kepada waitress yang telah melayani Anda.

Selamat berpetualang!