Sejarah Lokal

Laki-laki itu telah berumur 80-an. Di pagi hari, rutinitasnya adalah berjalan ke luar rumah, entah untuk berolahraga ataupun membeli sesuatu. Dan ia melakukannya dengan konsistensi yang menakjubkan. Sepertinya hanya hujan dan sakit yang akan menghalangi kepergiannya.

Diluar itu semua, ia adalah tetangga saya. Dan ia orang yang (dimata saya) hebat.

Namanya H. Oeriya Sahidi, tapi kami lebih suka memanggilnya Ama. Bagi yang non-Sunda speaker, Ama adalah panggilan untuk orang tua. Dan usia itu-lah yang menjadi modal kehebatannya. Ama adalah seorang pengkoleksi cerita-cerita yang membentuk kolase sejarah Subang. Dia suka sekali dengan sejarah dan dengan kegigihannya, ia berhasil membuat sebuah “buku” yang berisi Sejarah Subang : Dari Zaman ke Zaman (1854 – 2004).

Baca lebih lanjut

Iklan