Komunitas Blogger Subang (II): Sebuah Saran

Komunitas Blogger Subang (sudah) masuk koran. Alhamdulillah. Tapi sebetulnya ini hanyalah langkah awal dari sebuah perjuangan yang (saya pikir) cukup panjang. Kata komunitas di judul wadah ini, mensyaratkan adanya kadar pertemanan yang cukup diantara anggotanya. Sekaligus, adanya pola pergerakan yang mandiri dan konsisten dari para pengurusnya. Hal ini seharusnya tercermin dari program-program yang dijalankannya. Nah, berhubung saya tidak termasuk dari para pengurus komunitas ini, ijinkanlah saya berandai-andai jika saya adalah salah satu dari mereka.

Merujuk pada kata komunitas, maka seharusnya KBS tidak saja wadah tempat berkumpul para anggotanya di dunia maya. Harus ada juga acara dimana persahabatan, pertemanan atau kumpul-kumpul (offline). Ini tentu saja penting untuk saling bersilaturahmi, tukar menukar informasi. Jadi paling tidak, sekali sebulan lah ngumpul (sambil ngeliwet…hehehe).

Kemudian jika ada departemen pendidikan, semestinya ia bisa mengembangkan program sosialisasi blog ke sekolah atau kampus-kampus. Perkembangan komunitas sangat bergantung pada pertambahan jumlah anggotanya. Dan anggota ini sebagian besar adalah kaum muda yang sangat “melek tehnologi”.

Kemudian setahun sekali cobalah adakan pesta blogger Subang. Di situ ada award-award-an kayak apa lah. Blog pendidikan terbaik, blog gosip terseru, blog usaha paling sukses dan lainnya. Undang pembicara blog yang sukses dari Jakarta atau Bandung. Buat acara makan-makan sambil ngobrolin perkembangan terbaru di dunia blog. Kalau perlu ada permainan (games) dan hiburan (karaoke, band asal jangan berlebihan).

Kemudian, coba bikin 1 buah blog yang isinya keroyokan. Namakan saja …… (isi sendiri yah). Jadikan ini sebagai blog bersama. Bukan hanya satu buah website yang punya link dengan berbagai blog di luarnya.

yah, paling begini dulu deh….mungkin kalo ada pikiran lain, bakal di posting lagi yah…sukses deh…

Wadah Blogger Subang: Perlukah?

Subang, Jawa Barat, Indonesia, tidak lagi sebuah pulau terpencil di dunia maya. Walau hanya segelintir, tetapi geliat blogger yang berdomisili di kota Subang, saat ini mulai terlihat. Internet, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari dunia sudah mulai menumbuhkan komunitas blogger yang semakin hari semakin bertambah. Ragam kalangan asal blogger dan tipe blog yang bermunculan di dunia maya juga sangat bervariasi.

Sebagian, masih berafiliasi dengan institusi pendidikan (seperti saya, hehehe dan fakultas hukum UNSUB). Lainnya ada juga yang milik pemerintah dan juga individu. Topik yang diangkat pun beragam, dari mulai event-event yang diselenggarakan di Subang, pandangan dan opini tentang kota Subang dan juga soal-soal keseharian yang ada dalam kehidupan.

Gejala ini menunjukkan 2 gejala yang cukup menggembirakan : (1) bahwa masyarakat Subang telah mulai mengenal dan bahkan menggunakan tehnologi internet dengan lebih maksimal. Tidak hanya masuk dan mencari informasi, chatting atau sekedar download lagu atau software saja tetapi sudah memasuki tahap karya yang bisa dinikmati oleh seluruh balaraya internet; (2) bahwa budaya menulis dan mengekspresikan sesuatu telah dimulai. Susahnya motivasi untuk menulis di kalangan masyarakat, tampaknya mulai terkikis sedikit demi sedikit dengan adanya perkembangan tehnologi blog.

Perkembangan selanjutnya dari gejala ini seharusnya menjadi perhatian serius dari pihak-pihak tertentu yang terkait. Salah satu ide yang mencuat darinya adalah perlukah dibentuk suatu wadah cair bagi aktivitas blogger yang berdomisili di Subang?

Bagaimana pendapat Anda?