STUDY TOUR + COMPANY VISIT = JALAN2 SAMBIL STUDI…

2009 Oktober 9
oleh bisma
mejeng bareng-bareng

mejeng bareng-bareng

“Lagi ngapain, Run?”

“Nggak ngapa-ngapain, di rumah aja. Lagi bosen nih”.

“Ya udah, kita jalan-jalan yuk!”

Kita terkadang (seringkali) merasa bosan dengan rutinitas. Tidak terkecuali (terutama) dengan para mahasiswa dan dosen. Kuliah, tugas, ujian seringkali mengkristalkan sebuah perasaan jenuh yang harus dicari solusinya: jalan-jalan.

Eits, tapi bukan sembarang jalan-jalan lo. Karena saya bekerja di lembaga pendidikan, ada tuntutan untuk melakukan perjalanan yang ada kejelasan manfaat dan maknanya. Jadinya, yah kita namakan ini sebuah program berjudul study tour dan company visit. Di STIESA ini, study tour dilakukan oleh mahasiswa semester I dan company visit dilakukan oleh semester III.

read more…

The Marriage

2009 September 20
oleh bisma

Sulit sekali untuk menentukan cinta itu apa dan dimana ia berada. Kita tak pernah dapat memposisikan cinta sebagai sesuatu yang biological-kah (pengaruh dari hormonal manusia), emosi atau berkaitan dengan intelektualitas tertentu. Karenanya, sangat mustahil untuk mengetahui bagaimana pasangan yang saling bertolak belakang dapat bertahan awet sepanjang hayat sedangkan yang punya banyak kesamaan malah jadi berantakan.

Sangat tidak mungkin untuk menghindari pemberitaan tentang KD dan Anang akhir-akhir ini. Di berbagai media (tertulis maupun layar kaca) berita rencana perceraian mereka terus beredar tanpa berhenti. Sebagian besar orang terkaget-kaget karena hal ini, mereka susah mengerti mengapa pasangan yang sudah lama bertahan ini malah sepakat untuk berpisah. Isyu perselingkuhan mengemuka dan akhirnya berubah menjadi topan pemberitaan yang melodramatis. Kini, para reporter bak hewan kelaparan berlomba-lomba untuk meliput kehidupan kedua artis tersebut.

Cinta, memang tidak cukup untuk mengawetkan hubungan dua pasang manusia.

read more…

Say no to bomb, say yes to life!

2009 Juli 22
oleh bisma

marriot jakarta

Terorisme adalah tindakan yang membuat dan menyebar luaskan teror. Melalui tindakan individu yang didukung oleh organisasi, maka teroris menghasilkan adikarya teror yang mengalami pelipatgandaan masif via media. Dengan setting panggung yang berlumuran darah ala film action, teror ini menggiring para apresiatornya ke mindset yang penuh dengan ketakutan, kemarahan dan kecurigaan.

read more…

POP

2009 Juli 22
oleh bisma

mj

Budaya pop adalah budaya yang terlahir sebagai ‘protes’ terhadap budaya tinggi (high culture). Sebagai sebuah budaya adiluhung, maka budaya tinggi kerap dimiliki oleh para penguasa, tiran dan aristocrat dalam sebuah masyarakat. Sedangkan budaya pop masuk dalam kategori budaya massa yang berkiblat pada massa. Pengertian massa disini tidak hanya mengarah pada para penikmatnya (massa, orang kebanyakan) tapi juga proses produksinya yang mengenal istilah massifikasi (massification of products). Proses ini mengalami akselerasi yang berlipat-lipat kali akibat adanya peranan tehnologi.

Sebagai sebuah budaya, maka pop memiliki icon-icon tersendiri. Michael Jackson adalah salah satunya. Ikon sepertinya diperlukan sebagai lambang atau symbol pencapaian tertentu. Dalam hal ini, di Michael Jackson, saya menemukan perpaduan antara kekuatan tari, music dan visual yang berkelindan secara indah, menggugah dalam bungkus produk yang menghibur sekaligus banal.

read more…

SUBANG : ANTARA INGATAN DAN KENYATAAN

2009 Juni 29
oleh bisma

…Dahulu…
Kau adalah sebuah ingatan tentang kehangatan. Tempat berkumpulnya saudara-saudara yang terserak di kota-kota nan jauh. Sebuah oase dimana kita bisa tertawa dan berbincang bersama. Di hari nan fitri, setiap tahun sekali. Dengan berbekal keikhlasan dan keinginan tuk maaf memaafkan, kita semua bertemu. Sebuah momen penting yang kukenang dalam aliran waktu.
Engkau adalah sebuah ranah imajiner dalam labirin ingatanku. Sebuah lokasi geografis seluas 205.176,95 hektar (6,34% dari luas propinsi Jawa Barat). Sebuah wilayah yang berbatas dengan Bandung, Purwakarta, Kerawang, Indramayu, Sumedang dan Laut Jawa.
…Kini…
Kau adalah sebuah kota yang kudiami. Di dalammu, aku bernafas, bekerja dan belajar. Tentang hidup, tentang segala hal. Termasuk yang baik dan buruk. Nama-mu mencuat saat salah seorang (bekas) artis, Primus Yustisio mencalonkan diri sebagai nahkodamu (baca: bupati). Dari dirimu, lahir seorang maestro yoyo yang membentuk komunitas yoyo se-Indonesia, Oke Rosgani. Juga terdapat Komunitas Blogger Subang yang digerakkan oleh kang Yahdi, Annas dan Oki Rosgani (saudara kembarnya Oke, hehe..). Dan banyak lagi orang-orang hebat yang sepertinya memang kurang terekspos oleh media. Merekalah “local heroes” yang menjadi panutan dari komunitasnya masing-masing.
Sisi kelam-mu pun ada. Permasalahan korupsi (yang sudah menjadi epidemic nasional, mengalahkan virus H1N1), pergaulan bebas (yang mengekor dari permasalahan urban kota-kota besar) juga merupakan wajah yang harus dicermati. Jika boleh sedikit merefleksikan semuanya, mungkin benar bahwa poverty is the root of all evil. Kemiskinan adalah biang dari segala kejahatan. Karena kemiskinan, orang tega mengambil apa yang bukan hak-nya. Dengan alasan yang sama, kehormatan dan harga diri bisa digadaikan. Di tengah-tengah sikap masyarakat yang makin permisif dan godaan konsumerisme yang semakin marak, dapatkah masyarakat Subang bertahan?
Jaman berganti, permasalahan akan terus ada. Dan kami bergumul dengannya, mencoba bertahan dengan segenap keyakinan masing-masing. Permasalahan yang kami hadapi tentu berbeda dengan daerah lain. Karenanya, mari berbagi semangat untuk mencoba bertahan. Dan merubahnya. Dalam skala kecil sekalipun. Ayo!

Prita…

2009 Juni 19
oleh bisma

complaint

Sekarang kalau membuka facebook, saya dihujani dengan ajakan untuk ikut cause yang berjudul bebaskan ibu Prita. “Ya ampyun…..ada lagi yang ngajak aku? Hrrgggh….”

Siapa sih yang nggak tahu kasus Prita saat ini? Mungkin hanya orang-orang yang puasa baca koran dan tv aja yang nggak tahu. Polemik, perbincangan hingga diskusi di berbagai media merupakan media yang mem-blow-up kasus ini hingga jenuh.

Tapi saya lalu bertanya dalam hati: Siapa sih yang nggak pernah salah di dunia ini? Semua orang pasti punya salah, karena memang manusia tempatnya salah. Nggak terkecuali sebuah rumah sakit yang bernama RS Internasional Omni di wilayah Tangerang tersebut. Jadi sebenarnya, kesalahan adalah sesuatu yang wajar banget. Manusiawi bahkan.

Tapi semestinya, sebagai sebuah institusi yang menawarkan jasa kesehatan, hendaknya Omni punya sistem yang merespon complaint apapun dengan cara yang luwes dan elegan. Enggak lucu ah, kalau seorang konsumen yang ingin mengajukan keluhan tentang sesuatu malah dikenakan saksi menginap di sel selama 3 minggu. Ih, enggak banget deh….hahaha..

Seharusnya kalau ada sebuah sistem yang apik, complaint dari seorang konsumen dapat dilihat sebagai hal yang positif. Dengan adanya complaint yang baik, maka institusi yang menawarkan jasa mempunyai kesempatan untuk lebih meningkatkan kualitas dirinya.

Selain itu, adanya complaint, jika ditanggapi dengan baik akan lebih mengikat hati konsumen terhadap sebuah produk. Contohlah MacDonald yang tidak membuat burger dengan daging sapi di India, karena disana sapi dianggap suci.

Kepekaan terhadap pelanggan, adalah kunci bagi kesuksesan usaha di segala bidang. Lagipula harap diingat bahwa ” to eer is human, to forgive is divine”. Salah itu manusiawi, memaafkan itu ilahi. Selamat mengelola complaint!..

Foto: by thespeedphreak @flickr

Tren Musik Melayu Saat Ini

2009 Mei 27
oleh bisma

Tren Melayu di belantika music Indonesia mengundang polemik. Hal ini terjadi seiring adanya komentar dari beberapa musisi tanah air yang mencap music jenis ini sebagai sebuah degradasi (penurunan mutu). Hal ini sampai menimbulkan kesan ‘perang dingin’ antara musisi yang –terus terang – membuat saya suka senyum-senyum sendiri. Sebegitu immature-nya kah musisi kita?
Menurut WIKI, perkembangan music Melayu di Indonesia telah mulai sejak lama. Dahulu, kita mengenal adanya music Orkes Melayu yang masih menggunakan gitar akustik, akordeon, rebana, gambus dan suling sebagai instrument utamanya. Pada periode 50 dan 60-an, orkes-orkes Melayu di Jakarta ini memainkan lagu-lagu Melayu Deli asal Sumatera (sekitar Medan). Perlahan, seiring perkembangannya, unsur India mulai juga masuk ke dalam music Melayu. Ellya Khadam dengan hits “Boneka India”-nya merupakan representasi dari gejala ini. Selain itu masih ada penyanyi lain seperti P.Ramlee (Malaysia), Said Effendi (dengan lagu Seroja) dan lainnya yang mempopulerkan genre music ini.
Tonggak perkembangan music Melayu (yang berkelindan dengan music dangdut) adalah dengan adanya Soneta Group, pimpinan Rhoma Irama di tahun 1970-an. Setelah itu, music Indonesia diwarnai oleh beragam genre yang merupakan unsur-unsur asing seperti Rock, Reggae, Heavy Metal hingga SKA dan Grundge (Alternative). Pada masa ini, musik Melayu memasuki periode hiatus alias mati suri. Hal ini terbukti dengan tidak banyaknya musisi baik solo maupun group yang mengusung genre Melayu. Di periode ini, lagu Melayu yang paling saya ingat adalah “Isabela” yang disuarakan grup Malaysia, SEARCH.
Namun sebagaimana jenis seni apapun (mo fashion, painting, dll), music juga mengalami proses recycle. Unsur-unsur Melayu yang pernah dinyatakan “mati”, usang dan nggak nyeni itu mulai ngetop lagi dengan adanya grup-grup seperti ST 12, Wali, Hijau Daun dan lainnya. Bahkan Soneta “reinkarnasi” kembali di sosok Ridho Roma.
Saya nggak bisa main music. Jangankan nyanyi, bersiul aja fales (hehe…). Tapi saya suka dengerin music (Indonesia ada di list atas lo!). Dan saya nggak suka kalau music terlalu dikotak-kotakkan. (Kotak kan nama band juga….loh, kok ngaco? ). Buat saya, lagu yang enak dan group atau musisi yang kreatif nan berbakat akan selalu punya pasarnya sendiri. Enggak usahlah kita sibuk membuat komentar yang nggak-nggak tentang orang lain. Kalau enggak suka dengan sesuatu, buktikan saja dengan kerja keras dan karya yang lebih bagus. Kayaknya itu lebih baik daripada bergunjing dan berkonflik dengan orang lain. Se7?….Yeah!.

THE SINGAPORE TRIP

2009 Mei 23

“Small is beautiful” – E.F. Schumpeter

Resize 1

Prinsip seperti itulah yang diamini oleh para petinggi dan pembuat kebijakan di negeri Singapura. Bermula dari kedatangan untuk beranjangsana atas undangan saudara, saya plus anak dan Eyang Ti pun menginjakkan kaki lagi di Changi Airport. Meski dekat secara geografis, pengalaman untuk menjelajah Singapura sangatlah menarik.

read more…

WBD GOES TO STIESA, SUBANG

2009 Mei 23
oleh bisma

4480_1049533446499_1470618230_30113869_7033322_n

Pagi itu, tidak seperti biasanya, perpustakaan di kampus STIE Sutaatmadja, Subang (Jawa Barat) dipenuhi dengan kesibukan dan suara gaduh. Ternyata pada hari itu (Rabu, 13 Mei 2009) diadakan sebuah workshop jurnalisme yang diadakan oleh STIESA, Yayasan Indonesia Membaca (YIB) dan Tempo Institute dalam rangka memperingati “Hari Buku Sedunia” (World Book Day/WBD) dengan nara sumber Bpk Yosep Suprayogi (wartawan Tempo).
Workshop dengan judul “Menjadi Kaki Tangan Publik” ini diikuti dengan antusias oleh para peserta. Dengan penuh semangat, Bpk. Yosep menjelaskan pengertian dan implikasi kemajuan tehnologi yang menyebabkan tumbuh kembangnya jurnalisme kewarganegaraan (citizen journalism).

read more…

DARIMANA KEBENCIAN ITU BERASAL?

2009 April 2
oleh bisma

Seseorang mengirimkan sebuah SMS singkat kepada saya hari itu. Awalnya, saya tidak terlalu “ngeh” dengan permasalahan yang dia ungkapkan. Dia sedang mengalami “puting beliung” emosi dan rasanya sukar untuk mencerna ‘jebolan’ emosi yang dia tumpahkan pada saya. Tetapi akhirnya, saya mengerti bahwa ia sedang merasakan kebencian yang sangat kuat kepada seseorang. Kebencian yang berasal dari masa lalu. Sebuah rasa sakit yang telah digoreskan oleh seseorang yang begitu dekat dengannya. Dan menggelegar saat ini. Sebuah emosi yang ia tahu tidak sehat, tetapi tidak bisa dirubah sendiri olehnya.

Inilah sekeping refleksi saya tentang hal itu :
Jika ditanya darimana kebencian itu berasal. Bukankah jawabannya mudah saja? Darimu. Kebencian adalah apimu. Yang membakar dirimu dan orang di sekitarmu. Bahkan orang-orang yang kau sayangi. Api ini membakar semuanya menjadi abu. Dan bahan bakar utamanya adalah rasa egoistismu yang hanya melihat pada perbedaan dan bukan pada persamaan yang ada di antara semua dan Semesta.

Semakin besar tingkat keterpisahanmu dengan Semesta (bisa diterjemahkan juga dengan Tuhan), semakin dalam dan luas kebencian itu. Penyebabnya adalah sebuah konsepsi yang salah tentang dirimu. Dirimu, bukanlah sebuah entitas mandiri yang mempunyai relatif keberjarakan dengan sesama. Tidak. Dirimu adalah diriku, dirinya dan juga semesta. Ada sebuah benang laba-laba tak kasat mata yang menghubungkan kita semua. Benang itulah yang kerap dinamakan Cinta. Karenanya, jika kau sakit, bukankah dia juga merasakannya? Bukankah ia juga – sama seperti dirimu – sedang berjuang untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang sama?

Kebencian, kesedihan, kegembiraan, semangat, cinta dan airmata semua berasal darimu. Engkau yang memberi makna bagi berbagai hal yang terjadi di dalam dirimu. Dalam hatimu, Semesta bercermin. Dan apa yang akan dilihat-Nya? Sebuah semesta lain dimana Cinta mendapat penolakan. Sebuah semesta dimana Cinta tidak mendapat ruang dan waktu yang sewajarnya. Semua tampak begitu suram, gelap dan mengerikan.

Di lain sisi, kebencian juga berasal dari perasaan adanya kekurangan. Perasaan bahwa orang lain tidak menganggap dan tidak memberikan berbagai keistimewaan yang seharusnya kau terima. Kecewa terhadap hal ini, kau membenci. Sama seperti kebencian Kabil terhadap Habil karena merasa Adam AS sebaiknya lebih mengistimewakannya .

Pada akhirnya, engkau tidak dapat melarikan diri dari dirimu. Karena itu, berubahlah. Lihatlah dengan hatimu bahwa Tuhan mempunyai rencana yang lebih luas dari apa yang kau kira. Sesuatu yang menurut kita musibah hari ini, boleh jadi menjadi sumber hikmah dan pertolongan di masa depan. Kita tidak pernah tahu. Dan dalam ketidaktahuan itu kita berlindung. Kita percaya bahwa hanya Dia yang mengetahui apa yang ada di belakang dan di depan kita. Dan Dia sungguh mengetahui kondisi dan apa yang paling dibutuhkan olehmu saat ini.

Tahukah, jalan hidup seorang manusia bernama Muhammad? Ia ditinggal pergi oleh semua yang melindungi dan mencintainya. Kedua orangtuanya, bahkan paman dan isteri yang dicintai. Betapa sulit dan menyakitkan itu semua. Tetapi apakah ia berpaling dari-Nya? Tidak. Semua itu menambah tebal keimanan dan ketegaran dirinya. Ada kata-kata hikmah yang menjelaskan itu: “Tanda bahwa Rasulullah ditinggal oleh orang-orang yang dekat dengannya, adalah agar ia dididik langsung oleh-Nya”.

Egoisme, kebencian dan rasa penting diri hanya bisa dihadapi dengan ego yang sehat, pemaafan dan kerendahan hati. Tutuplah masa lalu. Nikmatilah hari ini. Karena engkau berhak untuk berbahagia. Dan karena hanya hari inilah yang kita punya. Masa lalu hanya mimpi. Dan masa depan hanyalah sesuatu yang tak pasti. Genggam erat hari ini. Dan tersenyumlah.

Kita mendapat kebahagiaan dengan memberikan kerja keras hari ini,
Kita mendapat senyum orang lain dengan memberi senyum yang kita punyai,
Kita mendapat pertemanan dengan memberikan perhatian dan rasa ini,
Kita melepaskan ke-kita-an, karena hanya ada Yang Satu di dunia sana dan kini.